Komposisi Pimpinan MPR, Cak Imin Sebut Peluang Parpol Oposisi Tertutup

Jum'at, 05 Juli 2019 - 19:04 WIB
Komposisi Pimpinan MPR,...
Komposisi Pimpinan MPR, Cak Imin Sebut Peluang Parpol Oposisi Tertutup
A A A
JAKARTA - Komposisi susunan pimpinan DPR berdasarkan Undang-Undang (UU) tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) sudah sangat jelas. Partai politik (parpol) pemenang pemilu berhak mendapatkan jatah Ketua DPR.

Artinya PDIP jelas akan menduduki kursi Ketua DPR. Sementara pemenang kedua hingga lima berhak atas kursi wakil ketua yang akan diduduki Partai Golkar, Partai Gerindra, Nasdem dan PKB.

Dinamika justru akan terjadi dalam pembahasan komposisi pimpinan MPR yang dibuat dalam sistem paket. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebutkan bahwa parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin solid. Karena itu, menurutnya peluang parpol oposisi untuk masuk dalam paket pimpinan Ketua MPR bersama parpol KIK sudah tertutup.

"Kayaknya untuk peluang pimpinan MPR sudah tertutup. Karena koalisi (KIK) solid. Kalau koalisi solid. Jadi (soal) siapa Ketua MPR itu proses," ujar politikus yang akrab disapa Cak Imin ini saat bertandang ke kediaman calon wakil presiden (Cawapres) terpilih, KH Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, No 12, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya, jika nantinya parpol yang sebelumnya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin bergabung ke KIK maka bagi-bagi kursi (power sharing) bisa dilakukan di kabinet atau alat kelengkapan dewan. "Ya di kabinet boleh. Tapi tentu ini masih (pendapat) pribadi. Nanti keputusan ada di Pak Jokowi," katanya.

Cak Imin mengatakan bahwa parpol KIK masih berbeda-beda dalam menyikapi kemungkinan bergabungnya PAN, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra dalam KIK pendukung pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf ke depan. "Masih berbeda-beda, ada yang setuju, ada yang enggak setuju," tuturnya.

PKB sendiri, kata Cak Imin, tidak mempermasalahkan jika nantinya ada parpol di luar KIK yang akhirnya bergabung dalam koalisi. Namun, dirinya juga tidak bisa memaksakan parpol anggota KIK lainnya bersikap sama dengan yang diambil PKB.

Wakil Ketua MPR ini menegaskan bahwa sebenarnya sebagai negara demokrasi, Indonesia juga memerlukan oposisi sebagai penyeimbang. "Dan kalau bisa Gerindra dan PKS mempertahankan itu. Saya harap energi positif oposisi dijaga sehingga ada kontrol terhadap pemerintah," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Tak...
Presiden Jokowi Tak Hadiri Muktamar PKB di Bali, Diwakili Wapres Ma'ruf Amin
PKB Gelar Rapat Pleno...
PKB Gelar Rapat Pleno Bareng Ma'ruf Amin Bahas Struktur Kepengurusan Baru
Muktamar Tetapkan Wapres...
Muktamar Tetapkan Wapres Ma'ruf Amin Jadi Ketua Dewan Syuro PKB
Maruf Amin Mau Fokus...
Ma'ruf Amin Mau Fokus Bangun PKB usai Pensiun sebagai Wapres
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, PKB Optimistis Indonesia Mampu Lewati Covid-19
Maruf Amin Sebut Luluk-Lukman...
Ma'ruf Amin Sebut Luluk-Lukman Harus Menang, Perolehan Suara PKB Jadi Alasannya
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved