Kader Demokrat Terbelah Soal Pilihan Koalisi

Senin, 01 Juli 2019 - 18:02 WIB
Kader Demokrat Terbelah...
Kader Demokrat Terbelah Soal Pilihan Koalisi
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan bahwa Partai Demokrat belum memutuskan secara resmi soal arah kebijakan politiknya. Namun, ada dua pandangan berbeda dari kader Demokrat yakni, berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang, atau masuk ke dalam koalisi pemerintahan.

“Di Partai Demokrat mekanisme atau kewenangan soal pemilihan presiden atau wakil presiden itu di Majelis Tinggi Partai, karena kemaren pak Prabowo mengembalikan sambil mengucapkan terima kasih mandat yang kita (Demokrat) berikan, tentu kita sampaikan nanti ke Majelis Tinggi, Majelis Tinggi baru akan bersidang sesudah masa kedukaan yang kami sampaikan 10 Juli selesai. Nanti di situ diputuskan posisi Partai Demokrat, memang Ketua Majelis Tinggi partai itu pak SBY, ada 15 anggotanya termasuk saya,” kata Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Menurut Hinca, melihat dinamika teman-teman Demokrat di 80 Daerah Pemilihan (Dapil) saat Pemilu 2019 kemarin, ada basis pemilih Demokrat di mana Jokowi unggul, dan ada juga daerah yang diungguli Prabowo. Dan sampai hari ini, ada kader yang meminta agar Demokrat tetap di luar pemerintah, ada juga yang ingin Demokrat bergabung bersama pemerintah. Ini suatu keniscayaan, dan bila sudah diputuskan nanti maka semua kader akan patuh.

“Tapi yang terpenting bahwa Demokrat pernah 10 tahun memimpin dan sekarang 5 tahun terakhir ini menjadi penyeimbang. Nah, nanti untuk 5 tahun akan kami putuskan setelah Majelis Tinggi,” ujarnya.

Soal syarat kursi kabinet agar Demokrat bergabung, Hinca menjelaskan bahwa Demokrat memiliki 12 program prioritas yang mana, bergabung atau tidaknya Demokrat akan tetap diperjuangkan di DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota serta kepala-kepala daerah kader Demokrat. Dan Demokrat akan berkenan jika Jokowi mau mendiskusikan bersama.

“Tentu kalo pak Jokowi berkenan dengan 14 program prioritas itu tentu menarik untuk didiskusikan karena jadi selaras dengan tujuan partai ini membawa program prioritas itu,” tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
7 Provinsi Penyumbang...
7 Provinsi Penyumbang Terbesar Suara Partai Gerindra di Pemilu 2019
3 Partai Politik Penguasa...
3 Partai Politik Penguasa Pulau Jawa pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved