Sejumlah Masalah di Lapas dan Rutan Perlu Dibenahi dari Hulu

Selasa, 25 Juni 2019 - 06:53 WIB
Sejumlah Masalah di...
Sejumlah Masalah di Lapas dan Rutan Perlu Dibenahi dari Hulu
A A A
JAKARTA - Maraknya aksi pembakaran Rumah Tahanan (rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) yang dilakukan para napi, disebabkan dari buruknya koordinasi. Akibatnya, dari pengawasan yang didalamnya sudah kurang, membuat kericuhan kerap muncul.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardian yang menilai pembakaran rutan dan lapas yang selama ini terjadi akibat kurang pengawasan dan keamanan didalamnya. Akibatnya, selama ini didalam tempat itu muncul napi yang merasa sebagai jagoan.

"Karena jagoannya itu, mereka bisa mengerahkan massa untuk membuat kericuhan sehingga muncul pembakaran," kata Trubus, Senin (24/6/2019).

Atas masalah ini, Trubus menilai, harus segara dilakukan pembenahan di jajaran lapas. Caranya, dengan mengganti direktur keamanan dan ketertiban (dirtatib) hingga direktur jendral pemasyarakatan (dirjen pas) masalah ini bisa terselesaikan.

"Bila hulunya dibenahi, hilirnya pasti akan baik. Tak ada lagi kericuhan yang menyebabkan pembakaran rutan maupun lapas," ujarnya.

Trubus menambahkan, munculnya persoalan tersebut juga disebabkan akibat buruknya kordinasi dengan pihak kepolisan maupun TNI. Sehingga, kericuhan yang seharusnya bisa dengan mudah dicegah, namun akhirnya pecah akibat kurangnya koordinasi.

"Yang saya tangkap, selama ini dari pihak lapas maupun rutan, biasanya mencoba menyelesaikan sendiri. Kalau tak bisa baru mereka meminta bantuan," ungkapnya.

Agar kasus itu tak kembali terulang dan menyebar ke beberapa wilayah, Trubus menyarankan segera dilakukan pembenahan. Bukan hanya kalapas maupun karutan yang selalu dijadikan kambing hitam, namun pembenahan menyeluruh harus diambil.

Trubus menuturkan, munculnya masalah didalam penjara ini, juga disebabkan masih buruknya tata kelola yang ada di dalamnya. Dimana ia menilai hal itu masih ambural dan tak berjalan dengan baik.

"Coba perhatikan saat ini, banyak program yang tidak berjalan meski digembar-gemborkan. Sehingga hal itu hanya menjadi jargon belaka," ungkapnya.

Persoalan dalam pembinaan pegawai lapas, sambung Trubus, juga selama ini lebih bersifat seremonial sekadar rutinitas. Dan yang paling menonjol adalah jarang sekali dilakukan mutasi di tubuh pegawai.

"Memang mengacu dari peraturan yang ada, programnya setiap dua tahun sekali di mutasi, tapi nyatanya tidak. Mereka bisa bertahan di satu tempat dalam waktu lama," sambungnya.

Atas semua masalah yang selama ini ada, Trubus menyebut, hal itu seperti lingkaran setan dan sulit untuk membenahinya. Karena semua yang ada didalamnya dari pucuk tertinggi hingga terendah, memanfaatkan posisi yang ada.

"Pembenahan harus segera dilakukan untuk menciptakan rutan dan lapas yang aman tanpa menimbulkan masalah," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Carut Marut Pengelolaan...
Carut Marut Pengelolaan Keuangan Arsenal
Carut Marut Corona Dalam...
Carut Marut Corona Dalam Monolog Gegeh B Setiadi
Carut Marut Bangladesh,...
Carut Marut Bangladesh, Ini Pemimpin yang Didukung AS Menggantikan Sheikh Hasina
Carut Marut Bansos,...
Carut Marut Bansos, Kejatisu Periksa Pihak Terkait di Batubara
Kajari Batu Bara Terima...
Kajari Batu Bara Terima Laporan Carut Marut soal Bansos
Israel Tak Peduli Ekonomi...
Israel Tak Peduli Ekonomi Carut Marut Asal Menang Perang
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved