Nahdlatul Ulama Jadi Penentu Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019

Rabu, 29 Mei 2019 - 23:21 WIB
Nahdlatul Ulama Jadi...
Nahdlatul Ulama Jadi Penentu Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, Nahdlatul Ulama menjadi penentu kemenangan pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019.

“Suka tidak suka, itulah yang terjadi. Bahwa NU menjadi penentu kemenangan pasangan calon presiden 01. Terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dimana pasangan 01 menang signifikan,” ujar Burhan dalam acara bincang santai jelang berbuka puasa dengan tema “Populisme Agama dalam Demokrasi Elektoral 2019”, Rabu (29/5/2019).

Data exit poll yang diakukan Indikator Politik Indonesia menunjukkan, 56 persen warga NU mengaku memilih Jokowi. Angka tersebut naik 12 persen dibanding Pilpres 2014 dimana warga Nu yang memilih Jokowi hanya 44 persen. Soliditas NU dalam memilih Jokowi, menurut Burhan, tak lepas dari sosok KH Makruf Amin yang mewakili Jokowi.

Menguatnya dukungan NU kepada pasangan 01, lanjut Burhan, tidak lepas dari pengaruh isu populisme agama. Kedua kubu kontestan sama-sama menggunakan isu populisme agama dan aliran. Ketika keduanya sama-sama menggunakan, maka ormas besar seperti NU yang jumlahnya mencapai 60 persen lebih dari penduduk muslim Indonesia, menjadi penentu kemenangan.

Dua hal lain yang juga menjadi penentu kemenagan Jokowi adalah pemilih Jawa serta pemilih non muslim seperti yang terjadi di Bali, NTT dan kawasan Indonesia Timur lainnya.

Kontribusi besar pemilih NU pada kemenangan Jokowi juga terlihat pada hasil survei Alvara Research Center. “Data Alvara menunjukkan, 54,3 persen warga nahdliyyin adalah pemilih Jokowi,” kata Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center yang juga memaparkan hasil surveinya dalam acara tersebut.

Memang, kata dia, Prabowo menang besar di Pulau Sumatera. Namun kekalahan Jokowi di Sumatera terkonversi dengan kemengan signifikan di daerah pemilih gemuk, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun tergerusnya suara 01 di Kalimantan, terkompensasi dengan kemenangan di Bali dan Indonesia Timur.

Hasan mengatakan, menguatnya narasi populisme agama dan politik identitas menjadikan isu yang lain tidak laku. Isu terkait pemilih milenial dan ekonomi, hampir tidak terdengar. Yang muncul adalah isu agama dan aliran. Adapun menurut Burhan, politik aliran telah menjadikan 51,4 persen pemilih telah menentukan pilihannya jauh sebelum pemungutan suara, tanpa terpengaruh lainnya.
(thm)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
7 Provinsi yang Jadi...
7 Provinsi yang Jadi Lumbung Suara PKB pada Pemilu 2019, Nomor 6 di Papua
Ini 6 Lumbung Suara...
Ini 6 Lumbung Suara PDIP di Pulau Sumatra pada Pemilu 2019
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved