Narkoba Dikendalikan dari Lapas, BNN Soroti Kinerja Ditjen Pas

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:57 WIB
Narkoba Dikendalikan...
Narkoba Dikendalikan dari Lapas, BNN Soroti Kinerja Ditjen Pas
A A A
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham lemah dalam mengawasi lembaga pemasyarakatan (lapas). Indikatornya hingga saat ini mayoritas operator narkoba berasal dari jaringan lapas.

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko yang menyebut lapas masih dijadikan tempat yang "nyaman" dari semua operator narkoba. Karena itu, ia menilai butuh perbaikan sistem untuk mengatasi masalah ini. "Lapas kita memang memprihatinkan. Saya bisa katakana lebih 90% operator narkotika berasal dari lapas," katanya, Rabu (15/5/2019).

Menurut Heru, kurangnya pengawasan membuat hampir tidak ada lapas yang bersih dari jaringan narkoba. Selama ada napi yang menjadi bandar atau pengedar, mereka rata-rata masih mengoperasikan bisnisnya meski berada di sel."Semua lapas yang ada napi narkobanya terutama bandar, masih beroperasi. Termasuk ya yang kemarin pengungkapan 200 kg sabu yang dikendalikan dari Lapas Cirebon," ujarnya.
Heru menyebut, selama ini pihaknya sudah berkordinasi dengan Ditjen Pas untuk memberantas jaringan lapas. Namun entah mengapa kerja sama itu tampaknya tak dibarengi dengan tindakan nyata.

"Ini juga menjadi atensi kita dengan Dirjen Pas. Karena kita butuh kerja sama semua pihak untuk menerapkan sistem yang bersih dari narkotika sangat dibutuhkan," ungkapnya.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah mengatakan, masih banyaknya peredaran narkoba di dalam lapas membuktikan upaya revitalisasi yang dijanjikan Dirjen Pas Sri Puguh Utami hanya jargon belaka. "Semua peristiwa yang terjadi belakangan ini tak pernah ada evaluasi," kata Trubus saat dihubungi.

Menurut Trubus, meski laporan itu sudah dihembuskan BNN sejak beberapa waktu lalu, namun tak ada upaya untuk memberikan pengawasan lebih terhadap narapidana yang menjadi pengendali narkoba. Padahal, jika pengawasan diperketat, maka narkoba tidak akan bisa masuk. "Lihat saja sampai saat ini, meski sudah berapa kali ada penangkapan, tak ada upaya dari dirjen Pas," ungkapnya.

Selain masalah narkoba, Trubus juga mengungkit sejumlah kebobrokan di Lapas akhir-akhir ini. Seperti kasus suap di Lapas Sukamiskin yang juga menyeret Sri Puguh, terlihatnya Setya Novanto makan di restoran padang sekitar RSPAD, dan penganiayaan tahanan di Nusakambangan. "Meskinya dari banyaknya masalah, ini harus menjadi catatan Menkum HAM Yasonna Laoly untuk segera mengambil sikap dengan mengganti dirjen Pas," tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Lagi, BNN Perwakilan...
Lagi, BNN Perwakilan Malut Bekuk Bandar Jaringan Lapas
Rutan Kotabumi Blok...
Rutan Kotabumi Blok Tahanan Digeledah , Tidak Ditemukan Narkoba
Jaringan Narkoba Manfaatkan...
Jaringan Narkoba Manfaatkan Musibah Covid 19
HUT BNN RI: 20 Tahun...
HUT BNN RI: 20 Tahun Mengabdi Menuju Indonesia Bersinar
BNN Deteksi 91 dari...
BNN Deteksi 91 dari 1.150 Jenis Narkotika di Dunia Masuk Indonesia
Sindikat Siasati Pengedaran...
Sindikat Siasati Pengedaran Narkoba Lewat Boneka Beruang
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved