HMI Sebut People Power Sarat dengan Kepentingan Politik

Sabtu, 11 Mei 2019 - 19:31 WIB
HMI Sebut People Power...
HMI Sebut People Power Sarat dengan Kepentingan Politik
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Saddam Jihad mengaku pihaknya bersama kelompok Cipayung plus sudah mengeluarkan surat terbuka kepada TKN 01 dan BPN 02 untuk berbicara mengenai persatuan nasional. Menurutnya, ajakan people power hanya akan membangun konstruksi dan dikotomi politik.

"Karena kalau misalkan dengan kondisi yang sekarang, saya cek ke anak-anak muda dan lain sebagainya, ini ruang publik untuk berbicara people power akhirnya banyak sekali dikanalisasi secara politik. Ini yang berbahaya," kata Saddam usai diskusi polemik MNC Trijaya FM di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Saddam mengaku, pihaknya bersama kelompok juga membangun people power. Namun people power untuk 2030 dan 2045 yakni menyiapkan generasi muda bukan saja berperan di wilayah politik, melainkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kata Saddam, bicara people power hari ini, maka pihaknya tak membantah bahwa gerakan tersebut sarat kepentingan politik. "Momentum yang dibangun adalah momentum kepemiluan, momentum yang persoalan politik dan lain sebagainya, dan ini sangat potensial menggiring opini antara 01 dan 02," ujarnya.

Saddam juga tak menampik, bahwa belakangan ini istilah people power semakin menguat disuarakan kelompok tertentu. Namun people power itu tak memiliki keberagaman yang disebutnya berbeda dari people power yang terjadi pada saat reformasi 98.

Di sisi lain, bicara fragmentasi politik hari ini, kata Saddam, seluruh parpol dianggap sudah selesai karena semua berbicara masalah persatuan nasional. Sehingga patut diduga people power bisa lahir dari luar koalisi perpol.

"Nah jangan-jangan ada koalisi yang non-partai yang berbicara soal people power. Ini yang kemudian tereduksi nilai demokrasi kita," ucap dia. "Ayo kita sama-sama. Anak mudah jangan mau dikapitalisasi secara ideologi," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved