Pernyataan Hendropriyono Dinilai Bisa Memecah Belah Bangsa

Rabu, 08 Mei 2019 - 20:14 WIB
Pernyataan Hendropriyono...
Pernyataan Hendropriyono Dinilai Bisa Memecah Belah Bangsa
A A A
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono baru saja membuat heboh. Hal itu dikarena ucapan Hendropriyono dianggap rasis dan tentu menyinggung SARA.

Hendropriyono sebelumnya mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator. Hal ini tentu menjadi ucapan rasis dan mengandung ujaran kebencian.

Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid mengatakan, ia sangat prihatin ketika mengetahui ucapan tersebut disampaikan seniornya sendiri.

"Ucapan Hendropriyono sangat membuat saya prihatin. Dia senior saya, mantan Kopasus dan mantan intelijen, sama dengan saya. Namun sangat disayangkan ucapan itu keluar dari mulut seorang Hendropriyono," ujar Fauka Noor Farid, Rabu (8/5/2019).

Disampaikan Fauka, ucapan yang diutarakan Hendropriyono sangat membahayakan dan tidak berlandaskan pada Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Fauka, negara Indonesia adalah negara yang heterogen. Negara yang berdiri dari banyak suku, budaya, ras dan agama. Sangat disayangkan apabila elite menyampaikan ucapan diskriminatif.

"Ucapan itu sungguh diskriminatif dan membahayakan. Hal itu tidak baik, ketika itu disampaikan, maka yang menyampaikannya lah sesungguhnya provokator. Sebagai junior saya cukup miris dan prihatin atas ucapan senior saya itu,"terangnya.

Apalagi, tambah Fauka, yang disinggung Hendropriyono, adalah suku yang sangat punya peran dan warna dalam perjuangan dan terbentuknya negara Indonesia.

"Jasa mereka tidak bisa dianggap remeh, bagaimana dulu para wali keturunan Arab berjuang bersama suku-suku yang lain untuk Indonesia. Harusnya pernyataan beliau bisa menjadi stabilisator dan dinamisator dalam kondisi bangsa yang sedang mengalami pesta demokrasi yang tercoreng, bukan justru menjadi sumber perpecahan itu sendiri," jelas mantan anggota Tim Mawar tersebut.

Menurut Fauka, masyarakat yang tadinya sudah lupa dengan masalah beliau tentang kasus Munir dan Lampung jadi teringat kembali. "Saya pribadi berharap ini hanya pernyataan emosional beliau saja, yang berada di lingkaran penguasa," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved