Jika PAN Gabung Dinilai Akan Untungkan Koalisi Jokowi-Ma'ruf

Senin, 29 April 2019 - 15:31 WIB
Jika PAN Gabung Dinilai...
Jika PAN Gabung Dinilai Akan Untungkan Koalisi Jokowi-Ma'ruf
A A A
JAKARTA - Isu bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menjadi perbincangan hangat beberapa hari belakangan ini.

Hal itu didapati karena beberapa hari lalu Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) bertemu dengan Presiden Jokowi dalam pelantikan Gubernur Maluku.

Peneliti LIPI Aisah Putri Budiarti menilai, isu bergabungnya PAN ke koalisi petahana sangat menguntungkan bagi partai yang dipimpin Zulhas ini. Bergabungnya PAN dirasa tak masalah karena jika Jokowi-Ma'ruf terpilih, koalisi hanya mengikat 5 tahun saja.

"Hasil quick count Jokowi menang, dan itu benar terjadi dan Jokowi menang dan PAN bergabung dengan pemerintah itu enggak ada masalah," kata Aisah dalam diskusi dikawasan Jalan Sultan Agung, Guntur, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

"Koalisi itu mengikat hanya 5 tahun dan pada 2024 peta politik berubah total, jadi PAN bisa mencalonkan sendiri presiden selanjutnya atau peta politik nya akan berubah sama sekali. Jadi enggak ada kerugian sebenarnya bagi PAN kalau bergabung dengan koalisi pemerintah," sambungnya.

Aisah menyebut, respons dari pertemuan Zulhas dan Jokowi dari kedua kubu baik 01 maupun 02 tidak ada penolakan. Menurutnya, justru muncul respons dukungan kepada PAN untuk berpindah dukungan ke koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Selain itu kata Aisah, koalisi adil-makmur komitmen koalisi hanya sampai pilpres saja. Dirinya memprediksi, peluang PAN untuk masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi sampai 2024 sangat besar.

"Ketika PAN di posisi saat ini peluangnya dan potensinya lebih besar untuk masuk ke koalisi pemerintah dibandingkan Demokrat. Karena kita tahu Demokrat ada ganjaran politik sejarah masa lalu yang enggak bisa dengan mudah cair kita semua tahu," ujarnya.

"PAN tidak ada beban seperti itu walaupun Amien Rais begitu kerasnya terhadap Jokowi di masa pilpres, tapi tidak punya luka lama yang benar-benar bisa susah diobati," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Deretan Gubernur dan...
Deretan Gubernur dan Menteri Hadiri Bimtek PAN di Bali
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Gelar Kongres ke-VI...
PAN Gelar Kongres ke-VI di Jakarta, Ini Harapan BM PAN
PAN Didesak Percepat...
PAN Didesak Percepat Proses PAW Hanafi Rais
Musda PAN Tak Digelar...
Musda PAN Tak Digelar Serentak, Tahap Pertama Hanya 16 Daerah
Pengamat Nilai Komunikasi...
Pengamat Nilai Komunikasi PAN Kedepankan Politik Kerukunan Bangsa
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved