Para Santri Diharapkan Bisa Bersaing di Era Industri 4.0

Sabtu, 27 April 2019 - 19:08 WIB
Para Santri Diharapkan...
Para Santri Diharapkan Bisa Bersaing di Era Industri 4.0
A A A
JAKARTA - Dalam menyongsong revolusi industri 4.0, menyiapkan sumber daya manusia generasi muda yang mumpuni adalah keharusan. Pesantren, misalnya, tak lagi sekadar tempat memperdalam ilmu agama, namun perlu didorong menjadi lembaga yang memberdayakan ekonomi umat.

Oleh karena itu, kata Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir, sinergitas pesantren dengan kewirausahaan menjadi penting untuk membangun ekonomi umat. Di samping tempat memperdalam ilmu agama, pesantren bagaimana pun juga bisa memberdayakan masyarakat menghadapi industri 4.0.

"KEIN, pemerintah dan pesantren bisa bersinergi menyiapkan generasi muda termasuk santri untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0," kata Soetrisno ketika menjadi pembicara dalam "Dialog Ekonomi Umat, Penguatan Peranan Pesantren Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0" di Ponpes Annur 1 Bululawang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019).

Di Ponpes pimpinan Kyai Ahmad Fahrur Rozi itu, Soetrisno menuturkan, organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan pilar penting dalam membangun negeri.

"Apalagi kedua Ormas ini sangat berkomitmen menjaga stabilitas negara dan berperan dalam pembangunan. NU, misalnya, dengan kekuatan pesantrennya harus diperkuat perannya di bidang ekonomi. Pesantren harus banyak menghasilkan wirausahawan baru yang berperan signifikan dalam menciptakan lapangan kerja," ucap Soetrisno.

Dengan demikian, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas semakin menguat. Juga menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing industri.

"Saya bersyukur kita bisa melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 secara damai. Kini saatnya kita semua melanjutkan kerja-kerja pembangunan mewujudkan Indonesia yang maju," kata Soetrino.

Dikatakan Soetrisno, selepas hajatan besar Pemilu 2019, semua pilar harus bersatu padu membangun negeri. "Mengenai adanya perbedaan pandangan tentang hasil Pemilu 2019, semua pihak diminta mengikuti prosedur yang sesuai dengan mekanisme konstitusional," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved