Bima Arya Ungkap Ada Perbedaan Suara di Grup WA Terkait Masa Depan PAN

Sabtu, 27 April 2019 - 11:11 WIB
Bima Arya Ungkap Ada...
Bima Arya Ungkap Ada Perbedaan Suara di Grup WA Terkait Masa Depan PAN
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengungkapkan adanya perbedaan suara dari kader Partai Amanat Nasional (PAN) terkait isu keluarnya partai tersebut dari koalisi Adil Makmur capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Perbedaan suara muncul di grup WhatsApp. Menurut Bima ada beberapa suara yang ingin PAN tetap berada di koalisi Adil Makmur.

"Suara-suaranya masih sebatas di WA group ya biasa lah ada yang ingin tetap di 02 ada yang membuka segala kemungkinan biasa di WA group," ujar Bima saat menyambangi Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019.

Namun, Bima menegaskan perbedaan suara tersebut tidak mencerminkan sikap resmi PAN. Keputusan resmi PAN, nantinya akan disampaikan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN.

"Jadi ada mekanismenya ada konstitusinya, ini bukan urusan perorangan bukan urusan Ketum, bukan urusan Bima Arya tapi urusan partai. Kalau nanti akan melangkah ke kiri atau ke kanan berdasarkan mekanisme konstitusi partai dan harus mendengar suara kader," sambungnya.

Selain itu, terkait isu pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo, menurut Bima, pembicaraan antara Zulkifli dengan Jokowi adalah terkait arah kedepan.

"Tapi apakah ada pembicaraan merapat kesana kesini saya belum tahu. Baiknya kita serahkan ke mekanisme di partai karena keputusan ini kan ini keputusan signifikan apakah di pemerintahan apakah di luar tidak bisa diputuskan orang perorang oleh pak Zul sendiri atau bima arya sendiri, harus melalui mekanisme partai," tuturnya.
(ysw)
Berita Terkait
Deretan Gubernur dan...
Deretan Gubernur dan Menteri Hadiri Bimtek PAN di Bali
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Gelar Kongres ke-VI...
PAN Gelar Kongres ke-VI di Jakarta, Ini Harapan BM PAN
Musda PAN Tak Digelar...
Musda PAN Tak Digelar Serentak, Tahap Pertama Hanya 16 Daerah
PAN Didesak Percepat...
PAN Didesak Percepat Proses PAW Hanafi Rais
Pengamat Nilai Komunikasi...
Pengamat Nilai Komunikasi PAN Kedepankan Politik Kerukunan Bangsa
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved