BPN Kumpulkan Data Kecurangan, Sandiaga: Rakyat Ingin Pastikan Pemilu Ini Jujur

Sabtu, 27 April 2019 - 10:38 WIB
BPN Kumpulkan Data Kecurangan,...
BPN Kumpulkan Data Kecurangan, Sandiaga: Rakyat Ingin Pastikan Pemilu Ini Jujur
A A A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terus mengumpulkan data adanya kecurangan yang terjadi di Pemilu 2019 ini.

Bahkan tidak hanya BPN yang dipimpin Djoko Santoso, Sandi menyatakan jika pihaknya juga terus mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kecurangan yang terjadi saat pencoblosan.

"Saya meyakini bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Djoko dan seluruh masyarakat sekarang, karena bukan BPN saja yang bergerak, tapi seluruh masyarakat ingin memastikan pemilu kita jujur adil bermatabat," kata Sandi saat jumpa pers di Kantor BPN, Jalan Kertanegara Nomor 36, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Selain itu, kembali Sandi mengungkapkan keprihatinannya kepada ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal duniaakibat kelelahan mengawal proses Pemilu 2019.

"Kami turut prihatin hari ini bertambah lagi jumlah korban, ini adalah suatu hal yang sangat-sangat fundamental, dan kita harus telisik secara detail," tutur Sandi.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, hari ini Sandi ikut menginventarisir laporan yabg diterima dari masyarakat terkait bukti-bukti kecurangan saat pencoblosan.

"Pada malam hari ini Pak Sandi fokus salah satunya menginventarisir laporan laporan kecurangan dari beberapa daerah yang masuk, memang kami sedang mengumpulkan fakta-fakta, data-data kecurangan dan Insya Allah kita akan gelar perkara secara rutin kepada teman-teman media," papar Dahnil.

"Sekaligus bang Sandi berulang kali sudah mengklarifikasi terkait dengan pelintiran media," imbuhnya. Yang dimaksud Dahnil terkait pelintiran berita di media, terkait ucapan Sandi yang menyebut Pemilu 2019 sudah berjalan jujur dan adil.

"Yang benar adalah tentu kami merasakan dan masyarakat juga merasakan berbagai kecurangan yang TSM, terstruktur, sistematis, masif ya tentu dalam upaya itu kami mengumpulkan fakta dan data," terangnya.

Dahnil mengungkapkan, apa yang dilakukan BPN tersebut lahir dari masyarakat yang secara langsung melihat adanya kecurangan saat pencoblosan 17 April lalu hingga adanya salah input data perolehan suara di KPU.

"Gerakan kami adalah gerakan rakyat, melibatkan banyak relawan bukan sekadar partai politik. Karena kami yakin ini bukan sekadar tentang Prabowo-Sandi tapi ini tentang kedaulatan rakyat, ini tentang suara rakyat, kami memastikan suara rakyat tidak dirampok oleh siapapun, kami pastikan bahwasanya suara rakyat benar-benar hadir, jadi pemilu itu harus jadi suaranya rakyat bukan suara aparat," ungkap Dahnil.
(ysw)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
7 Provinsi yang Jadi...
7 Provinsi yang Jadi Lumbung Suara PKB pada Pemilu 2019, Nomor 6 di Papua
Ini 6 Lumbung Suara...
Ini 6 Lumbung Suara PDIP di Pulau Sumatra pada Pemilu 2019
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
KPU Kaji E-Voting, Partai...
KPU Kaji E-Voting, Partai Perindo Ingatkan Kesiapan Sistem Jadi Penentu
Mensesneg Benarkan Kuntadi...
Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus: Iya, Kalau Berdasarkan Suratnya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved