Prihatin Kehidupan Politik Indonesia, ICMI Keluarkan Maklumat Kebangsaan

Senin, 22 April 2019 - 15:42 WIB
Prihatin Kehidupan Politik...
Prihatin Kehidupan Politik Indonesia, ICMI Keluarkan Maklumat Kebangsaan
A A A
JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyampaikan maklumat kebangsaan terkait kepeduliannya terhadap dinamika kehidupan politik di Indonesia yang memerlukan perhatian dan sikap politik yang bijak dari semua komponen bangsa.

ICMI mengingatkan bahwa pemilihan umum merupakan salah satu wujud pelaksanaan demokrasi yang harus dilaksanakan secara jujur, adil, umum, bebas, rahasia, aman dan damai.

Kekuasaan yang diraih melalui pemilu bukanlah komoditas yang diraih dengan mengahalakan segala cara, melainkan sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

"ICMI prihatin atas perkembangan politik bangsa saat ini yang mengindikasikan terjadinya kemerosotan kualitas demokrasi, sehingga menjadi kendala bagi berlangsungnya proses konsolidasi demokrasi. Hal ini dapat mengakibatkan rakyat tidak percaya bahwa demokrasi adalah cermin kedaulatan rakyat yang ideal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama bernegara," ujar Sekjen ICMI Jafar Hafsah dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (22/4/2019).

ICMI juga mengingatkan kepada pemangku kepentingan pelaksana pemilu, yakni KPU, Bawaslu, DKPP, TNI, POLRI, dan MK agar pelaksanaan pemilu yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah demokrasi tidak terjadi pada Pemilu 2019.

"Baik pemilu legislasi, maupun presiden ataupun wakil presiden," jelasnya.

ICMI juga mengharapkan agar Pemilu 2019 dapat menjamin terpilihnya presiden dan wakil presiden yang mempunyai legistimasi yang kuat dan berfungsi sebagai pemimpin bangsa Indonesia yang amanah, jujur, dan adil serta mempunyai komitmen untuk mensejahterahkan rakyat menuju terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, beradab dan bermartabat.

Kepada semua pimpinan dan elite politik, tambah Jafar, agar membangun budaya demokrasi yang adil dan beradab dengan menegakkan etika politik, lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, serta menghindarkan praktik-praktik politik tidak terpuji yang menhalalkan segala cara.

"Apabila terjadi sengketa, manfaatkanlah mekanisme hukum untuk melawan ketidakadilan," kata dia.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved