Pengamat: Hasil Pilpres Diprediksi Tak Berbeda Jauh dari Hasil Survei

Senin, 15 April 2019 - 22:12 WIB
Pengamat: Hasil Pilpres...
Pengamat: Hasil Pilpres Diprediksi Tak Berbeda Jauh dari Hasil Survei
A A A
JAKARTA - Pemungutan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 tinggal beberapa hari lagi. Berbagai lembaga riset pun telah mengumumkan hasil surveinya belakangan ini.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno memprediksi hasil Pilpres 2019 tidak akan terpaut jauh dari hasil survei berbagai lembaga belakangan ini.

“Kalau melihat kecenderungan trend survei, tetap Jokowi yang unggul. Di (hasil) survei itu kan nyaris tidak ada pergerakan signifikan melampaui elektabilitas Jokowi, terutama survei-survei yang dikeluarkan oleh lembaga yang secara reguler melakukan survei. Bukan lembaga survei yang hanya muncul 5 tahun sekali,” ujar Adi Prayitno di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dia berpendapat, Jokowi cenderung unggul di Pilpres nanti jika melihat tren survei. “Unggulnya bisa dua digit atau satu digit. Kalau toh didiskon jadi satu digit, Jokowi kan tetap unggul. Itu artinya selama kampanye, debat kandidat, itu memang tidak terlampau mengubah peta politik,” paparnya.

Menurut dia, jika ada tren kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maka itu berasal dari swing voter, sebab basis pemilih Jokowi juga diyakini trennya naik. Hal tersebut juga dapat diterjemahkan bahwa swing voter mengalami penurunan hingga terkikis menjadi 7 persen.

“Artinya tidak ada migrasi pemilih dari 01 ke 02. Kecenderungannya hanya saling memperebutkan swing voter itu. Jokowi tidak memiliki tren turun, prabowo juga demikian. Artinya strong voter kedunya tidak ada yang pindah,” imbuhnya.

Merujuk data itu, dia menilai, hasil Pilpres nanti tidak akan jauh berbeda dari kebanyakan hasil survei. “Kalaupun ada kecenderungan berubah, berubahnya tidak akan terlalu banyak. Misalnya diprediksi menang 10-15 persen, kalaupun toh error, (margin error) survei itu kan 4 persen. Paling jatuhnya menang 10-11 persen. Itu margin error yang masih bisa ditoleransi,” tuturnya.

Dia melanjutkan, kalau tak ada tsunami, kiamat, atau tidak ada badai besar, kecenderungan berubahnya kecil. "Kalaupun ada itu karena pengaruh agama atau identitas, tapi tidak akan terlampau signifikan. Kalau masih normal-normal seperti saat ini, hasil-hasil survei itu realable. Kalau kalau tidak 100 persen ya masih dalam batas margin error,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Charta Politika menempatkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf di angka 55,7 persen, sementara tingkat keterpilihan pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 38,8 persen. Hasil survei teranyar Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis pada Jumat 12 April lalu juga hampir senada. Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan 56,8 persen dan pesaingnya 37 persen.

Pasangan capres nomor 01 juga unggul berdasarkan survei Indo Barometer dengan 59,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebesar 40,1 persen. Lembaga Survei Median juga mengunggulkan petahana meski selisihnya tipis. Jokowi-Ma'ruf 47,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 39,5 persen.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Komeng Memimpin di Quick...
Komeng Memimpin di Quick Count KPU sebagai Caleg DPD Jabar, Netizen Girang
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Ukraina Dalangi Pembunuhan...
Ukraina Dalangi Pembunuhan Jenderal Rusia tapi Tak Ubah Hasil Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved