Hadapi Era Industri 4.0, Balai Latihan Kerja Harus Terus Berbenah

Jum'at, 12 April 2019 - 00:33 WIB
Hadapi Era Industri...
Hadapi Era Industri 4.0, Balai Latihan Kerja Harus Terus Berbenah
A A A
JAKARTA - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terus digelorakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

Demi mewujudkan keinginan itu, butuh alokasi anggaran yang cukup, khususnya Balai Latihan Kerja (BLK) yang memiliki peran penting dalam mencetak pekerja yang sesuai kebutuhan pasar.

Anggota Komisi IX DPR, Marinus Gea menilai kondisi BLK yang tersebar di daerah masih jauh tertinggal untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha di kawasan industri baru.

Menurut Marinus, untuk menghadapi era industri 4.0, BLK harus mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar yang cenderung berubah seiring perkembangan teknologi digital. Saat ini BLK masih menggunakan teknologi lama dengan standar pelatihan yang sudah tertinggal atau konvensional.

"Dunia kerja membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengikuti perkembangan dengan teknologi yang ada. Ini yang jadi kesalahannya," tutur Marinus Gea, Kamis 11 April 2019.

Selain teknologi, kata dia, faktor kurikulum dan sumber daya manusia (SDM) juga harus dibenahi. Di BLK perlu mendapatkan pelatihan yang menyesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, sambung dia, kegiatan pelatihan bisa mencetak tenaga kerja berkemampuan tinggi dan mampu bersaing dengan pekerja lainnya.

Marinus megungkapkan para pengurus BLK memiliki keinginan untuk mengganti teknologi dengan yang baru. Hal itu diketahuianya saat kunjungan kerja ke BLK, Namun itu sulit dilakukan karena terbentur anggaran.

"Kata mereka, bagaimana mengganti peralatan, anggarannya tidak ada. Ini kembali ke persoalan anggaran negara," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Sementara itu pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Al Hamidi mengamini. Pihaknya banyak menemukan kendala untuk menghadapi industri 4.0 tersebut. Dua kendala yang dihadapi, yakni anggaran dan keterbatasan SDM.

Menurut Al Hamidi, pihaknya telah mendatangkan beberapa mesin bubut sesuai kebutuhan industri untuk digunakan BLK. Akan tetapi, jumlahnya masih jauh dari ideal. Sarana pendukung dengan teknologi kekinian pun menjadi masalah tersendiri bagi BLK, yakni kemampuan instruktur. .

Kendati demikian, dirinya berupaya optimal menghadapi era industri digital dengan melengkapi sarana sesuai kebutuhan industri saat ini. "Kita berikan pelatihan desain, komputer, fotografi dan juga bisnis online," katanya,

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menyebutkan BLK Pemerintah berjumlah 514 sedangkan swasta jumlahnya lebih sedikit hanya 58. Hanya saja jika mengacu pada data Pantau PJTKI, jumlah BLK swasta jauh lebih banyak hingga mencapai 189.

Di level nasional, persoalan BLK ditegaskan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang akan membangun 1.000 BLK Komunitas pada 2019. Pembangunan BLK ditujukan antara lain untuk memaksimalkan bonus demografi pada 2025 hingga 2030. Bonus demografi yang berupa banyaknya angkatan kerja, harus diantisipasi dan jadi keuntungan bagi negara.

Pembangunan BLK Komunitas ini sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Anggaran dalam pembentukan 1.000 BLK Komunitas ini sebesar Rp1 triliun sehingga setiap lembaga atau komunitas yang melakukan perjanjian kerja sama dengan pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp1 miliar.
(dam)
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
Jurusan Kuliah dengan...
Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Bagus di Era 5.0
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved