Parpol Pengusung Jokowi-Ma'ruf Latih Saksi untuk Kawal Suara di TPS
Minggu, 07 April 2019 - 04:48 WIB
Parpol Pengusung Jokowi-Ma'ruf Latih Saksi untuk Kawal Suara di TPS
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah partai politik (parpol) pengusung dan pendukungan pasangan capres-cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga suara Jokowi dan partai mereka. Salah satunya Partai Nasdem yang akan Jokowi dari mulai pencoblosan hingga jika ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami sudah mempersiapkan saksi untuk seluruh TPS, sedang dilakukan pelatihan dan memasuki tahap finalisasi. Kita juga mempersiapkan sistem pelaporan hasil perhitungan suara yang terpusat sampai di DPP," ungkap Ketua DPP Nasdem Taufik Basari kepada wartawan, Sabtu (4/6/2019) malam.
Dengan cara demikian, lanjut dia, Nasdem bisa mempercepat mendapatkan hasi perhitungan nyata (real count) dari saksi yang ada di seluruh TPS di Indonesia. Apalagi, Nasdem juga telah membentuk Komisi Saksi Nasional yang diketuai oleh mantan Komisioner KPU I Gusti Putu Artha dan mantan Komisioner Bawaslu, Nasrullah sebagai sekretaris.
"Dari pengalaman mereka, segala teknis dan segalanya kita pantau sehingga pengawalan suara bisa kita lakukan. Dan KSN sudah bekerja dengan baik," tuturnya. Tobas menyadari Pemilu serentak kali ini menyita banyak energi para saksi.
Oleh karena itu, Nasdem memberikan pembekalan dan pelatihan kepada saksi serte mengingatkan kalau pekerjaan mereka merupakan tugas mulia, yaitu mewujudkan cita-cita mulia Nasdem. Selain itu, Nasdem juga bakal mengawal suara Jokowi dan partai hingga di MK.
Nasdem mempersiapkan dua hal, pertama dalam pembuktian dari saksi-saksi yang mempunyai formulir C1 lengkap dari seluruh Indonesia dan kedua badan advokasi hukum.
Dihubungi terpisah, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakan, demi menjaga suara Jokowi terus melakukan kampanye di daerah sampai dua-tiga lokasi setiap harinya. Tujuannya, juga merebut hati para pemilih pemula yang belum menentukan pilihan.
"Jadi itu cara kita agar menambah suara. Kemudian, saksi-saksi di setiap TPS juga telah disiapkan," ujarnya. Mengenai wilayah kekalahan Jokowi di 2014 lalu, Arya menyebut Jokowi berusaha maksimal.
Contohnya, seperti di Jawa Barat yang sudah diusahakan dengan kencangnya agar menang. Kemudian, di Sumatera Barat dan Madura juga ada kenaikan suara."Kiai Ma'ruf juga signifikan. Beliau stamina bagus dua titik kampanye dalam setiap hari. Jabar dan Banten, Kiai Ma'ruf sangat membantu. Kami targetkan menang di atas 60%," ucapnya.
"Kami sudah mempersiapkan saksi untuk seluruh TPS, sedang dilakukan pelatihan dan memasuki tahap finalisasi. Kita juga mempersiapkan sistem pelaporan hasil perhitungan suara yang terpusat sampai di DPP," ungkap Ketua DPP Nasdem Taufik Basari kepada wartawan, Sabtu (4/6/2019) malam.
Dengan cara demikian, lanjut dia, Nasdem bisa mempercepat mendapatkan hasi perhitungan nyata (real count) dari saksi yang ada di seluruh TPS di Indonesia. Apalagi, Nasdem juga telah membentuk Komisi Saksi Nasional yang diketuai oleh mantan Komisioner KPU I Gusti Putu Artha dan mantan Komisioner Bawaslu, Nasrullah sebagai sekretaris.
"Dari pengalaman mereka, segala teknis dan segalanya kita pantau sehingga pengawalan suara bisa kita lakukan. Dan KSN sudah bekerja dengan baik," tuturnya. Tobas menyadari Pemilu serentak kali ini menyita banyak energi para saksi.
Oleh karena itu, Nasdem memberikan pembekalan dan pelatihan kepada saksi serte mengingatkan kalau pekerjaan mereka merupakan tugas mulia, yaitu mewujudkan cita-cita mulia Nasdem. Selain itu, Nasdem juga bakal mengawal suara Jokowi dan partai hingga di MK.
Nasdem mempersiapkan dua hal, pertama dalam pembuktian dari saksi-saksi yang mempunyai formulir C1 lengkap dari seluruh Indonesia dan kedua badan advokasi hukum.
Dihubungi terpisah, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakan, demi menjaga suara Jokowi terus melakukan kampanye di daerah sampai dua-tiga lokasi setiap harinya. Tujuannya, juga merebut hati para pemilih pemula yang belum menentukan pilihan.
"Jadi itu cara kita agar menambah suara. Kemudian, saksi-saksi di setiap TPS juga telah disiapkan," ujarnya. Mengenai wilayah kekalahan Jokowi di 2014 lalu, Arya menyebut Jokowi berusaha maksimal.
Contohnya, seperti di Jawa Barat yang sudah diusahakan dengan kencangnya agar menang. Kemudian, di Sumatera Barat dan Madura juga ada kenaikan suara."Kiai Ma'ruf juga signifikan. Beliau stamina bagus dua titik kampanye dalam setiap hari. Jabar dan Banten, Kiai Ma'ruf sangat membantu. Kami targetkan menang di atas 60%," ucapnya.
(whb)