Forum Santri Tegaskan Peci dan Sarung sebagai Identitas Nasional

Senin, 01 April 2019 - 11:03 WIB
Forum Santri Tegaskan...
Forum Santri Tegaskan Peci dan Sarung sebagai Identitas Nasional
A A A
JAKARTA - Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 yang bersebelahan dengan arena Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional (FSN) I di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi momentum tersendiri buat para santri dari berbagai daerah untuk menyaksikan perhelatan fesyen muslim yang ditampilkan dalam IFW 2019.

"Kita ikut menyaksikan saja. Kebetulan agenda Raker FSN juga sudah selesai. Ke depan, mudah-mudahan FSN juga bisa turut serta dalam IFW, karena banyak juga potensi di bidang desain busana, modelling maupun fotografinya," ujar Katib Amm FSN, Gus Mashudi Abdurrahman melalui siaran pers, Senin (1/4/2019).

Menurut Gus Mashudi, ajang fashion show bernilai positif untuk mempromosikan busana tradisional dan potensi wisata di Indonesia. Santri, menurut Gus Mashudi punya tradisi busana yang bisa jadi trend model nasional bahkan internasional.

"Sarung dan peci kan sudah jadi salah satu dari identitas nasional. Bahkan Bung Karno dan para Founding Father Indonesia, dulu menjadikan Peci sebagai busana resmi saat melakukan kunjungan ke berbagai negara,” imbuhnya.

Gus Mashudi menuturkan selain menjadi identitas nasional, kopiah juga menjadi ciri budaya keagamaan seseorang. Warisan budaya leluhur ini terus dipakai sebagai identitas sekaligus estetika.

Bagi laki-laki, peci kopiah bukan hanya menjadi pelengkap pakaiannya ketika busana beribadah, saja atau hanya sekadar dipakai untuk melindungi kepala dari terpaan langsung sinar matahari. "Bagi bangsa yang beragama. Lebih dari itu, kopiah digunakan untuk menyatakan diri sebagai muslim sekaligus menandakan sebuah gaya hidup yang agamis," ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Kongres Santri dan Wakil Rais Amm FSN, Gus Arif Rahmansyah Marbun mengungkapkan Kongres pertama FSN menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat kapasitas santri dan kelembagaan pesantren.

"Penguatan kapasitas santri itu melalui pelatihan life skill dan pengembangan minat dan bakat santri, termasuk di bidang desain grafis, desain busana dan lain-lain. Kita perkuat SDM santri. Kita kobarkan cita-cita FSN sebagai poros baru kemasyarakatan dan kebangsaan," ucapnya.
(kri)
Berita Terkait
Lestarikan Seni Islam,...
Lestarikan Seni Islam, Generasi Muda Belajar Hadrah Selawat Al-Banjari
Tradisi Muharram di...
Tradisi Muharram di Aceh: Dari Tabut Hasan Husein sampai Kanji Acura
Kemenag Luncurkan Buku...
Kemenag Luncurkan Buku Ensiklopedia Seni Budaya Islam di Nusantara
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Islam, Budaya, dan Moderasi...
Islam, Budaya, dan Moderasi Beragama
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved