Arus Bawah Jokowi Sebut ABS Ada di Kubu Prabowo
Minggu, 31 Maret 2019 - 14:59 WIB
Arus Bawah Jokowi Sebut ABS Ada di Kubu Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto dinilai hanya berfokus pada proporsionalitas anggaran TNI dari pada hal fundamental tentang konsepsi politik pertahanan dalam debat capres keempat semalam.
Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) yang juga Wakil Kepala Rumah Aspirasi #01 Michael Umbas mengatakan, Jokowi yang notabene dari kalangan sipil lebih percaya pada TNI, sementara Prabowo tidak percaya pada laporan TNI. Ia menyinggung kebiasaan asal bapak senang (ABS) pada kubu Prabowo.
"ABS justru di Prabowo. Salah satu bukti ABS kepada Prabowo, ketika menerima laporan hasil Pilpres 2014 yang langsung sujud syukur dan percaya diri telah menang tapi kenyataannya bertolak belakang karena kalah," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2019).
Dia juga mengatakan, pihaknya semalam menggelar nonton bareng (nobar) debat presiden putaran keempat di Studio For Jokowi di Jalan Surabaya 3, Menteng Jakarta Pusat.
Nobar itu dihadiri Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Moeldoko, Sekretaris TKN 01 yang juga Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, dan Wakil Ketua MPR yang juga Wasekjen PDIP Ahmad Basarahdan para relawan serta elemen masyarakat pendukung 01.
Dalam kesempatan itu, Hasto menyebut adanya perbedaan mendasar antara Jokowi dan Prabowo mengenai visi pengembangan pemerintahan untuk kebijakan Industri 4.0.
Kata dia, Jokowi berpandangan jauh ke depan terhadap pentingnya platform pemerintahan berbasis digital dan melayani (dilan), sementara Prabowo tidak beranjak dari kritik lamanya yang usang tentang pajak, korupsi dan kekayaan lari ke luar negeri.
"Pernyataan Prabowo lebih baik pakai teknologi lama daripada kekayaan lari ke luar negeri adalah retorika usang terkesan keputusasaan bahkan rasa frustasi. Sementara Pak Jokowi lebih memilih berjibaku dengan berbagai persoalan bangsa dan hasilnya adalah prestasi kerja," tegasnya.
Dalam mengatasi kelemahan mendasar tentang gagasan membumi, menurutnya Prabowo cenderung menampilkan berbagai pernyataan bahasa asing seolah penguasaan bahasa adalah segala-galanya.
"Lagi-lagi Prabowo lupa bahwa urusan bahasa Ingris, Beliau masih kalah dengan Cinta Laura," ucap Hasto.
Mengenai materi debat di bidang politik pertahanan, ia menyebut Jokowi sangat memuaskan dan mampu secara komprehensif menjelaskan konsepsi politik pertahanan.
Pemahaman terhadap titik-titik strategis guna melindungi seluruh kawasan Indonesia dari Aceh hingga Papua dan dari Miangas hingga ke Rote menjadi daya kejut Pak Jokowi.
Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) yang juga Wakil Kepala Rumah Aspirasi #01 Michael Umbas mengatakan, Jokowi yang notabene dari kalangan sipil lebih percaya pada TNI, sementara Prabowo tidak percaya pada laporan TNI. Ia menyinggung kebiasaan asal bapak senang (ABS) pada kubu Prabowo.
"ABS justru di Prabowo. Salah satu bukti ABS kepada Prabowo, ketika menerima laporan hasil Pilpres 2014 yang langsung sujud syukur dan percaya diri telah menang tapi kenyataannya bertolak belakang karena kalah," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2019).
Dia juga mengatakan, pihaknya semalam menggelar nonton bareng (nobar) debat presiden putaran keempat di Studio For Jokowi di Jalan Surabaya 3, Menteng Jakarta Pusat.
Nobar itu dihadiri Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Moeldoko, Sekretaris TKN 01 yang juga Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, dan Wakil Ketua MPR yang juga Wasekjen PDIP Ahmad Basarahdan para relawan serta elemen masyarakat pendukung 01.
Dalam kesempatan itu, Hasto menyebut adanya perbedaan mendasar antara Jokowi dan Prabowo mengenai visi pengembangan pemerintahan untuk kebijakan Industri 4.0.
Kata dia, Jokowi berpandangan jauh ke depan terhadap pentingnya platform pemerintahan berbasis digital dan melayani (dilan), sementara Prabowo tidak beranjak dari kritik lamanya yang usang tentang pajak, korupsi dan kekayaan lari ke luar negeri.
"Pernyataan Prabowo lebih baik pakai teknologi lama daripada kekayaan lari ke luar negeri adalah retorika usang terkesan keputusasaan bahkan rasa frustasi. Sementara Pak Jokowi lebih memilih berjibaku dengan berbagai persoalan bangsa dan hasilnya adalah prestasi kerja," tegasnya.
Dalam mengatasi kelemahan mendasar tentang gagasan membumi, menurutnya Prabowo cenderung menampilkan berbagai pernyataan bahasa asing seolah penguasaan bahasa adalah segala-galanya.
"Lagi-lagi Prabowo lupa bahwa urusan bahasa Ingris, Beliau masih kalah dengan Cinta Laura," ucap Hasto.
Mengenai materi debat di bidang politik pertahanan, ia menyebut Jokowi sangat memuaskan dan mampu secara komprehensif menjelaskan konsepsi politik pertahanan.
Pemahaman terhadap titik-titik strategis guna melindungi seluruh kawasan Indonesia dari Aceh hingga Papua dan dari Miangas hingga ke Rote menjadi daya kejut Pak Jokowi.
(mhd)