Jelang Pilpres, Siti Zuhro: Idiologi Selalu Jadi Dagangan Pemilu
Jum'at, 29 Maret 2019 - 20:37 WIB
Jelang Pilpres, Siti Zuhro: Idiologi Selalu Jadi Dagangan Pemilu
A
A
A
JAKARTA - Peneliti senior LIPI Siti Zuhro menganggap bahaya sekali bila dewasa ini masyarakat apalagi pemerintah masih mempermasalahkan ideologi dari bangsa Indonesia. Apalagi menjelang pemilu 2019 ini banyak hal yang disangkut pautkan dengan Ideologi terlebih Pancasila.
"Oleh karena itu ini tidak boleh menjadi dagangan pemilu, karena pemilu itu harus di konekan dengan demokrasi pemilu ini untuk apa pemilu ini untuk siapa," ujar Siti dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019).
Siti juga menjelaskan Pemilu bukan hanya sekedar pergantian kepemimpinan atau suksesi didalam sistem demokrasi saja, tapi Pemilu itu juga ditanyakan untuk apa dan untuk siapa.
"Kalo ini hanya sekedar terganti pemerintahannya atau presiden dan wakil presidennya itu mudah sekali, tapi ini yang perlu digaris bawahi adalah ini memang kontestasi, kontestasi itu pastinya memberikan satu pengaruh tersendiri namanya juga kontestasi, nah yang di kontestasikan juga harus jelas aturan mainnya adalah kualistas dari visi misi program," jelasnya.
Selain itu, kata Siti, kontestasi tidak boleh asal-asalan dalam menerangkan visi misi ataupun debat secara terbuka. Seharusnya kontestasi ini harus berlandaskan Pancasila.
"Jadi kontestasi kita itu jangan kontestasi asal jeplak, jadi kontestasi yang betul-betul di renungkan semua argumentasi statment argumentasi itu harus difikirkan karena bagaimanapun juga yang Pancasila ini kan kita memang merasakan sekarang," tuturnya.
"Oleh karena itu ini tidak boleh menjadi dagangan pemilu, karena pemilu itu harus di konekan dengan demokrasi pemilu ini untuk apa pemilu ini untuk siapa," ujar Siti dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019).
Siti juga menjelaskan Pemilu bukan hanya sekedar pergantian kepemimpinan atau suksesi didalam sistem demokrasi saja, tapi Pemilu itu juga ditanyakan untuk apa dan untuk siapa.
"Kalo ini hanya sekedar terganti pemerintahannya atau presiden dan wakil presidennya itu mudah sekali, tapi ini yang perlu digaris bawahi adalah ini memang kontestasi, kontestasi itu pastinya memberikan satu pengaruh tersendiri namanya juga kontestasi, nah yang di kontestasikan juga harus jelas aturan mainnya adalah kualistas dari visi misi program," jelasnya.
Selain itu, kata Siti, kontestasi tidak boleh asal-asalan dalam menerangkan visi misi ataupun debat secara terbuka. Seharusnya kontestasi ini harus berlandaskan Pancasila.
"Jadi kontestasi kita itu jangan kontestasi asal jeplak, jadi kontestasi yang betul-betul di renungkan semua argumentasi statment argumentasi itu harus difikirkan karena bagaimanapun juga yang Pancasila ini kan kita memang merasakan sekarang," tuturnya.
(pur)