Cerdas Gunakan Media Sosial demi Rawat Persatuan

Jum'at, 29 Maret 2019 - 14:58 WIB
Cerdas Gunakan Media...
Cerdas Gunakan Media Sosial demi Rawat Persatuan
A A A
JAKARTA - Masyarakat harus bisa berperilaku arif atau cerdas dalam menggunakan media sosial. Tujuannya agar masyarakat pengguna media sosial (medsos) tidak mudah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat memecah persatuan dan persaudaraan yang ada di masyarakat.

Sebab di era informasi digital serba canggih ini sumber informasi massa sudah tidak lagi dikuasai oleh media mainstream. Karena, seluruh masyarakat pengguna internet saat ini justru berperan untuk menyumbang informasi khususnya di medsos.

Sayangnya, banyak sekali informasi yang disebar individu dan kelompok tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan masuk kategori hoaks. Cek and cek ulang adalah sesuatu yang wajib dilakukan para pengguna medsos sebelum menyebarkan informasi yang sudah diterimanya

“Masyarakat pengguna medsos tentunya tidak terburu-buru mengirimkan informasi yang diterimanya dalam menghadapi isu terkini yang diterimanya. Harus melakukan cek and recek dengan orang-orang terdekat atau instansi tempercaya yang menguasai isu yang sedang beredar,” tutur artis dan produser film, Annisa Putri Ayudya, di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Perempuan yang juga terpilih menjadi Puteri Intelegensia Indonesia 2011 ini mencontohkan, misalnya ada informasi soal barang bantuan yang terlambat dikirimkan ke lokasi bencana yang di Tanah Air masih sering sekali terjadi simpang siur informasi, terutama barang bantuan sering di salah artikan bahwa distribusinya yang kurang jelas atau distribusi pada daerah-daerah terpencil terhambat.

Hal ini tentunya penting sekali untuk dikomunikasikan dengan melakukan kontak ke lembaga-lembaga yang terkait karena setiap bantuan atau penanganan terhadap isu tertentu sebenarnya sudah ada struktur pelaksanaannya.

“Tentunya instansi itu harus bikin informasi dari official sosmed. Ini penting sekali untuk dikelola terus menerus secara rutin juga sehingga masyarakat tahu betul kemana harus mengecek ulang informasi informasi yang beredar di internet maupun di medsos, agar tidak menimbulan hoaks yang akhirnya dapat meresahkan dan memprovokasi masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, ada tiga penyebab atau motif masyarakat pengguna sosmed ini melakukan penyebaran hoaks. Pertama karena orang tersebut memang tidak tahu sehingga langsung menyebarkan begitu saja misalnya ke grup WhatsApp atau messenger lainnya.

“Ini karena mereka ini merasa berita yang mereka terima itu dianggapnya penting tanpa mereka harus meng-cek dulu ke sumber yang bersangkutan, baik sumber primernya maupun sumber sekunder yang sudah mengirimkan berita tersebut,” kata wanita yang juga menjadi duta Taruna Siaga Bencana (Tagana) ini.

Kedua, menurut dia, tidak bisa dipungkiri masyarakat Indonesia ini suka sekali dengan "drama". Alhasil ketika ada hal yang menarik lalu tanpa cek dan recek dan langsung menyebar informasi tersebut dengan tujuan untuk membikin opini di komunitasnya bahwa si penebar berita itu adalah orang yang paling tahu duluan mengenai informasi tersebut.

Ketiga, lanjut dia, bisa jadi hoaks sengaja disebar karena memang ada tujuan tertentu. Ini bahaya sekali. Hal ini yang dapat memecah persatuan dan persaudaraan di bangsa kita ini.

“Saya tidak bisa mengerti apa-apa keinginannya, apa tujuannya dia menyebarkan hoaks itu. Tentunya balik ke orangnya masing-masin. Semoga masyarakat Indonesia makin pintar. Jadi bisa ngecek paling tidak ke orang-orang terdekatnya kalaupun bukan ke sumber-sumber terpercaya yang paling dekat,” tutur mantan presenter berita dan acara di salah satu televisi swasta nasional ini.
Cerdas Gunakan Media Sosial demi Rawat Persatuan

Untuk itu, kata dia, perlu upaya mengedukasi masyarakat untuk cerdas dalam mengonsumsi informasi yang beredar melalui medsos, baik mulai dari keluarga, sesama teman, institusi-institusi formal yang menyadari pentingnya penyebaran berita jujur dan positif serta peran dari pemerintah yang memiliki tanggung jawab terhadap publik, dengan kata lain ini tanggung jawab bersama.

“Semua ini adalah tanggung jawab kita bersama. Karena edukasi untuk kecerdasan masyarakat dalam bermedia sosial dan bijaksana dalam menanggapi hoaks adalah salah satu isu yang jadi penting sekali. Keterbukaan terhadap media sosial menjadi wacana penting karena kalau ada yang dibuka harus ada penanganannya juga. Ada yang memulai harus ada yang mengelola. “

"Kita harus memastikan bahwa sistem edukasi ini berjalan dengan baik, yang di edukasi juga benar dan informasi yang disampaikan juga tepat,” ujar alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Media sebagai penyebar informasi dinilainya harus semakin ditingkatkan kualitasnya bukan hanya menjadi corong tapi juga menjadi filter bijaksana dalam melakukan pemberitaan dengan memastikan data yang diterima dengan menghindari informai provokatif dan memperbanyak penguatan informasi positif.

“Yang paling penting media media harus melakukan cek dan recek. Saya pikir melakukan riset adalah satu hal yang penting sekali dilakukan media .Karena salah satu kemampuan dasar jurnalistik menurut saya adalah riset. Jadi semuanya harus dari situ mulainya untuk menyampaikan informasi yang benar ke masyarakat. Media punya peran penting dalam memberikan informasi yang benar agar masyarakat kita tidak terpecah,” tuturnyr.

Dia mengingatkan menjelang pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan presiden ini, masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan banyaknya inforamsi yang beredar melalui media sosial.

Menurut dia, masyarakat harus bisa merawat persatuan dan persaudaraan agar bangsa ini tidak terpecah. “Selain itu adalah bagaimana setiap calon bisa bertanggung jawab terhadap pemulihan kepercayaan masyarakat di antara sesama mereka dan sesama kita. Bagaimana menangani persatuan dan kesatuan ini bisa kembali tanpa ada embel-embel kita mendukung siapa anak atau buah siapa,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Teknologi Machine Learning...
Teknologi Machine Learning Bikin Aman dan Nyaman Bersosial Media
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved