KPK Sebut Uang Dalam 84 Kardus Milik Bowo Sidik, Bukan untuk Pilpres

Kamis, 28 Maret 2019 - 23:46 WIB
KPK Sebut Uang Dalam...
KPK Sebut Uang Dalam 84 Kardus Milik Bowo Sidik, Bukan untuk Pilpres
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah bila barang bukti uang Rp8 miliar yang dimasukkan ke dalam 84 kardus milik tersangka penerima suap, Bowo Sidik Pangarso, digunakan untuk kepentingan pilpres 2019.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memastikan uang Rp8 miliar dalam pecahan Rp20.000 dan Rp50.000 yang dimasukkan dalam amplop itu, digunakan Bowo untuk dirinya sendiri yang maju sebagai caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II, untuk 'Serangan Fajar'. Bowo sendiri merupakan kader Partai Golkar berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Apakah ini sendiri atau yang lainnya. Untuk sementara dari hasil pemeriksaan tim kita mengatakan ini memang dalam kepentingan logistik. Logistik dia sebagai calon anggota DPR sendiri, periode 2019-2024," katanya saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

KPK, kata Basaria menyayangkan upaya serangan fajar terjadi di tengah upaya KPK mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bersih dari politik uang. Terlebih Bowo merupakan penyelenggara negara yang seharusnya mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Basaria mengimbau kepada masyarakat untuk mengetahui latar belakang calon pemimpin yang akan dipilih. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjadi pemilih yang jujur dengan tidak menerima politik uang. (Baca juga; Ini Kronologis OTT Bowo Sidik Pangarso )

"Kita imbau masyarakat lihat rekam jejak yang akan dipilih. Kemudian pemilih juga harus jujur. Bukan hanya yang dipilih saja yang jujur. Pemilih jangan memilih karena menerima sesuatu," tuturnya.
(wib)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
KPK Umumkan 3 OTT, 25...
KPK Umumkan 3 OTT, 25 Orang Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Berita Terkini
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Infografis
Pemanis Buatan Bukan...
Pemanis Buatan Bukan Pilihan untuk Kendalikan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved