Profesor AS Akui Musik Dangdut Sudah Go International

Minggu, 17 Maret 2019 - 06:46 WIB
Profesor AS Akui Musik...
Profesor AS Akui Musik Dangdut Sudah Go International
A A A
JAKARTA - Musik dangdut tak dapat dilepaskan dari perkembangan seni asli Indonesia. Kini musik ini telah digandrungi oleh dunia. Bahkan para penggiat musik di Amerika Serikat (AS).

Bukti dangdut telah go international terlihat dari kegiatan Dangdut Cowboys Performance yang diadakan Universitas Mercu Buana. Diadakan di Auditorium kampus setempat, para musisi asal Negeri Paman Sam tampil memperlihatkan kemampuannya membawakan irama musik dangdut.

Menyatukan musik dangdut dengan busana koboi, para musikus "bule" itu tampil antraktif. Yang menarik, para pemain musiknya, mulai dari gendang, suling, gitar, piano dan vokal dibawakan oleh para ilmuwan.

Mereka bergelar profesor dan dosen di universitas ternama di Amerika Serikat. Sebagai vokalis, Megan, seorang dosen di Pittsburg University. Dia tampil bersama Prof Andrew Noah, profesornya dangdut asal Amerika.

Para "pedangdut" intelektual ini sanggup menyihir ratusan mahasiswa di Auditorium UMB untuk bergoyang. Sebut saja lagu ciptaan Raja Dangdut Rhoma Irama seperti "Bujangan", "Kegagalan Cinta", dan "Terajana" yang begitu apik mereka nyanyikan. Bahkan saat mereka bernyanyi, ada penonton yang mencoba nyawer atau memberikan uang pecahan Rp50.000-100.000.

Meski asli keturunan Amerika, lidah Prof Andrew dan Megan, sangat fasih bernyanyi bahasa Indonesia. Bahkan cengkok khas dangdut terdengar jelas dari mulut keduanya.

"Terajana, terajana, ini lagunya, lagu India. Merdu suara, hai penyanyinya," atau pada bagian lagu Kegagalan Cinta "Ho.. Ho.. Ya nasib ya nasib, mengapa begini. Baru pertama bercinta, sudah menderita," dendang Prof Andrew.

Menurut Prof Andrew, orang-orang Amerika tidak akan mengerti lirik yang dinyanyikan. Namun mereka sangat menikmati dan dibuat terkesima dengan alunan musik dangdut yang kaya akan instrumen musik.

"Soal arti, mereka tidak paham. Karena perlu mempelajari budaya dan asal usulnya dulu, baru paham. Tapi mereka menikmati musik dangdut, di sana banyak penggemarnya," tutur pria yang melakukan penelitian dangdut pada 2007 lalu.

Menurut dia, band tersebut terbentuk oleh personel yang merupakan tenaga pengajar di Pittsburg University. Mayoritas sebagai lulusan S3 yang juga mempelajari soal dangdut, musik gamelan, wayang dan budaya Sunda di Indonesia.

Menurut dia, dangdut punya nilai musik internasional. "Dalam satu sajian musik dangdut, bisa gabungan dari genre rock, jazz sampai country. Jadi bisa pertukaran budaya antara Amerika dengan Indonesia," papar Andrew.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved