Jokowi Kembali Umbar Janji di Pilpres 2019, Ini Kata Pengamat

Jum'at, 15 Maret 2019 - 08:41 WIB
Jokowi Kembali Umbar...
Jokowi Kembali Umbar Janji di Pilpres 2019, Ini Kata Pengamat
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Research dan Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengomentari Calon Presiden petahana Joko Widodo yang kembali mengumbar janji-janji politik menjelang perhelatan Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Di antara janjinya tersebut adalah program tiga kartu yakni Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Pekerja. Padahal mantan Wali Kota Solo ini belum melunasi janji politiknya pada Pilpres 2014 lalu.

Pangi menilai janji politik oleh calon presiden merupakan hal yang wajar. Sebab, habitus politisi adalah janji. "Janji itu kosmetik politik. Politik merupakan sebuah dunia tempat orang memberikan janji-janji yang tidak akan terpenuhi, serta mengucapkan kata-kata yang memang dari semula telah direncanakan untuk memberikan kesan yang tidak benar bagi para pendengarnya," kata Pangi di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Menurut Pangi, janji-janji itu akan menjadi senjata makan tuan apabila berjanji tanpa punya kemampuan membayar atau menunaikan janji tersebut.
"Politisi kita berani berjanji karena mereka tahu betul karakteristik atau perilaku pemilih kita yang pelupa dan pemaaf, bahkan sedikit sekali mereka menagih atau mencatat semua janji politisi," ungkapnya.
Akibatnya, lanjut Pangi, banyak politisi yang tanpa punya beban mengobral janji, bahkan berjanji dan membuat program yang secara akal sehat sulit bisa ditunaikan dibayar, janji yang mengawang ngawang atau utopis.

"Saya pikir ini adalah alasan barangkali membuat Jokowi tak punya beban mengobral janji, karena janji beliau yang pemilu 2014 saja nggak ditagih rakyat bahkan sudah lupa dengan janji yang belum terbayarkan tersebut, sehingga habitus politisi kita sangat gampang membuat janji ketika pertarungan kontestasi elektoral pilpres," ujar Pangi.

Menurut Pangi, ketika Jokowi nekat mengeluarkan program janji soal tiga kartu sakti maka itu akan menjadi lawannya karena janji sebelumnya belum direalisasikan.

"Kebijakan Jokowi belum memihak dan membela rakyat kecil, sederhana kok, kalau soal janji kita harus jujur juga, tentu kita akui juga ngak semua janji politik mereka terpenuhi, tentu ada juga yang sampai sekarang belum terwujud. Jadi musuh berat Jokowi adalah dirinya sendiri," tutupnya.
(pur)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved