7-17% Perempuan di Dunia Diprediksi Berisiko Derita Vaginismus

Sabtu, 09 Maret 2019 - 22:04 WIB
7-17% Perempuan di Dunia...
7-17% Perempuan di Dunia Diprediksi Berisiko Derita Vaginismus
A A A
JAKARTA - Penderita vaginismus merupakan gangguan di mana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Vaginismus tidak mempengaruhi gairah seksual, namun dapat menghambat hubungan intim.

Hal ini yang diderita aktivis perempuan sekaligus pianis, Yuanita Meilia yang pernah menyandang penderita vaginismus. Yuanita menjelaskan, penyandang vaginismus kerap mendapat stigma buruk.

Bahkan kata dia, vaginismus menjadi pangkal perceraian dan konflik dalam rumah tangga.
Vaginismus sendiri menyebabkan rasa sakit, kesulitan, dan mengakibatkan rasa tidak puas saat beraktivitas seksual.

Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit. Vaginismus dapat berlangsung seumur hidup (primer) atau sementara (sekunder).

Pengalamannya Yuanita ini dia tuturkan dalam sebuah lagu, 'Hatiku Untukmu, yang telah dirilis di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu 8 Maret 2019.

"Lagu ini saya peruntukan juga untuk memperingati International Woman’s Day. Saya menulis lagu ini saat saya mengalami penyakit vaginismus. Dan melalui perjuangannya bersama suami, saya akhirnya bisa sembuh setelah menjalani 8 tahun pernikahan," tutur Yuanita.

Perempuan berusia 36 tahun itu berharap, masyarakat bisa lebih mengenal dan tahu tentang vaginismus dan penanganannya. Sehingga sambung Yuanita, penderita vaginismus sering mendapatkan respons yang salah dan malah mengalami shaming atau dipermalukan.

"Semoga lagu ini dapat mewakili perasaan kaum perempuan di Indonesia. Di mana rasa lelah dan binggung karena kurangnya informasi dan tenaga medis yang cukup kompeten menangani penyakit vaginismus," ucap Yuanita.

Sementara itu, dr Robbi Asri Wicaksono, SpOG yang ikut hadir dalam peluncuran tersebut menjelaskan, 7-17 persen perempuan di dunia diprediksi beresiko menderita vaginismus.

Ironisnya lagi, belum ada kajian pasti yang ditetapkan sebagai akar penyebab vaginismus, sehingga tindakan pencegahan tak bisa diterapkan pada masalah ini. "Sayangnya masih banyak masyarakat yang malu untuk mengungkap penyakit yang dideritanya," kata Robbi.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved