Tingkatkan Energi Terbarukan, Prabowo-Sandi Komit Kurangi Impor Minyak

Jum'at, 15 Februari 2019 - 21:14 WIB
Tingkatkan Energi Terbarukan,...
Tingkatkan Energi Terbarukan, Prabowo-Sandi Komit Kurangi Impor Minyak
A A A
JAKARTA - Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diyakini bakal mengurangi impor minyak jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 nanti. Adapun caranya, dengan meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirgo Purbo menilai perlu dicari cara agar Indonesia tidak terus-terusan bergantung pada impor minyak. "Salah satu komitmen Prabowo-Sandi jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden adalah mengurangi impor minyak dengan cara meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan," ujar Sudirgo dalam diskusi di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

(Baca juga: Prabowo Diyakini Bakal Kritisi Capaian Jokowi di Debat Kedua)


Dia berpendapat bahwa Indonesia sebagai negeri agraris yang dilewati garis khatulistiwa memiliki modal untuk membangun industri energi terbarukan berbasis tumbuhan, matahari dan angin.

"Prabowo-Sandi menawarkan optimisme dengan solusi yang inovatif dari pengembangan energi terbarukan. Indonesia memiliki banyak potensi, kini tinggal optimalisasinya," kata Sudirgo.

Dia menuturkan, Indonesia saat ini tengah mengalami krisis energi. Salah satu contohnya, kata dia, Indonesia sudah lama menjadi negara pengimpor minyak. (Baca juga: Debat Capres Kedua Akan Ada Tambahan Segmen Debat Eksploratif)

Sebab, kebutuhan minyak dalam negeri 1,3 juta barel per hari di tahun 2017 dan naik menjadi 1,7 juta di tahun 2018. Namun produksi minyak Indonesia hanya diangka 750.000 barel per hari.

"Posisi energi Indonesia sekarang sudah dalam kondisi yang sudah di ICU. Krisis, kenapa? Produksi minyak kita 750.000 barel per hari, sisanya ditutupi impor," imbuhnya.

Sudirgo menambahkan, persoalan energi merupakan perkara kedaulatan suatu bangsa. Dia menilai ketergantungan energi yang dialami Indonesia terhadap negara lain yang terjadi saat ini bisa mengancam kedaulatan.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved