Pemerintah Tegaskan Komitmen Bantu TKI Bermasalah di Dubai

Senin, 11 Februari 2019 - 16:36 WIB
Pemerintah Tegaskan...
Pemerintah Tegaskan Komitmen Bantu TKI Bermasalah di Dubai
A A A
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin menegaskan komitmen Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk membantu masyarakat Indonesia yang tertimpa masalah di luar negeri, termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Saya akan bicarakan permasalahan yang sedang dihadapi ini dengan kementerian dan lembaga terkait agar segera dapat diselesaikan. Negara pasti hadir membela dan memberikan dukungan setiap warganya yang sedang bermasalah termasuk para TKI di mana pun berada," kata Syafruddin dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (11/2/2019).

Syafruddin menyempatkan diri bertemu dengan TKI di sela-sela kunjungan kerja mengikuti kegiatan World Goverment Summit. Sekitar 100 TKI bermasalah yang sementara ditampung di shelter Konsulat Jenderal RI Dubai, Uni Emirat Arab.

Kebanyakan TKI yang mengalami masalah keimigrasian ini berasal dari Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Syafruddin mengingatkan agar setiap TKI yang ingin bekerja di kawasan Timur Tengah untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebelum berangkat.

"Kami akan bantu mencarikan solusi terkait masalah keimigrasian ini. Tapi tolong saudara-saudara juga melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebelum pergi ke luar negeri. Jangan mudah termakan rayuan oknum majikan atau penyalur tenaga kerja yang nanti katanya bisa membantu," tutur mantan Wakapolri ini.

Para TKI dapat bertanya kepada sesama rekannya yang telah sukses atau pun kepada aparat desa mengenai prosedur yang harus disiapkan dan dibutuhkan jika ingin bekerja di luar negeri.

Sehingga, lanjut dia, saat sampai di negara tujuan, para TKI dapat bekerja dengan aman, terhindar dari masalah.

Konjen RI untuk Dubai, Ridwan Hassan menjelaskan, terdapat sekitar 125 ribu warga Indonesia yang tinggal di Dubai dengan berbagai profesi.

Saat ini Konjen Dubai menampung TKW bermasalah sebanyak 100 orang termasuk dua balita. "Mereka umumnya lari dari majikan atau over stay dan kini sedang tahap penyelesaian agar bisa kembali ke tanah air," tutur Ridwan.
(pur)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Cerita Rudi Margono...
Cerita Rudi Margono Ditunjuk Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Kejagung: Dugaan Pelanggaran...
Kejagung: Dugaan Pelanggaran Etik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Diproses
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved