Early Warning Bencana, BNPB Dorong Masyarakat Gunakan Aplikasi InaRISK

Kamis, 31 Januari 2019 - 18:34 WIB
Early Warning Bencana,...
Early Warning Bencana, BNPB Dorong Masyarakat Gunakan Aplikasi InaRISK
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong masyarakat untuk menggunakan aplikasi inaRISK. Dalam aplikasi tersebut berisikan informasi terkait potensi bencana dan mitigasi bencana yang telah terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Jadi semua data terkait kebencanaan masuk ke inaRISK. Ini menjadi tujuan kami membuat early warning. Jadi data dari BMKG saat ini sudah server to server. Apapun yang diubah oleh BMKG (terkait data cuaca, potensi bencana) jadi langsung masuk ke kami di early warning (inaRISK) dan inaRISK ini mudah dibawa ke mana-mana," ujar Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

(Baca juga: Kepala BNPB: Hutan Pantai Dapat Kurangi Risiko Bahaya Tsunami )


Selain itu aplikasi inaRISK juga berisikan informasi tingkat bahaya suatu wilayah yang dilengkapi dengan rekomendasi aksi dalam menghadapi bencana. Aplikasi tersebut dapat menunjukkan daerah mana saja yang berpotensi bencana.

"Di mana Anda buka aplikasi inaRISK, Anda dapat tahu ancaman bencana apa di lokasi Anda berada. Jadi jangan khawatir, sistem ini beritegrasi dengan BMKG," ungkap Wisnu.

Tidak hanya BMKG, aplikasi inaRISK juga didukung oleh Kementerian ESDM, Kementerian PU-pera dalam menyediaan data. Masyarakat pengguna ponsel dapat mengunduh inaRISK di Play Store dan App Store.

Diharapkan dengan aplikasi ini masyarakat lebih teredukasi dalam mitigasi bencana. Masyarakat juga dengan mudah mengetahui daerah mana saja yang rawan bencana seperti banjir, longsor, gelombang tinggi, angin kencang, cuaca ekstrim, bahkan tsunami.

"Saya kira ini konsep industri 4.0. semua bisa akses. Kita tahu daerah mana yang rawan banjir dan mana yang rawan longsor. Pemahaman karakteristik bencana menjadi penting dan ini tugas kita bersama untuk mengedukasi masyarakat," pungkasnya.

"Ke depannya BNPB akan mengembangkan aplikasi ini lebih lanjut dengan menggandeng sejumlah lembaga terkait maupun masyarakat," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
BMKG: Indonesia Butuh...
BMKG: Indonesia Butuh Satelit Untuk Deteksi Bencana
Peta Bencana Nasional,...
Peta Bencana Nasional, BMKG: 13 Zona Megathrust dan 295 Sesar Aktif
BMKG Ajak Dunia Tingkatkan...
BMKG Ajak Dunia Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Risiko Bencana
Gempa Bumi Berkekuatan...
Gempa Bumi Berkekuatan 5,2 SR Guncang Lebak Banten
Frekuensi Bencana Meningkat,...
Frekuensi Bencana Meningkat, Jokowi Sampaikan 4 Arahan kepada BMKG
Hadapi Bencana, BMKG...
Hadapi Bencana, BMKG Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Berita Terkini
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved