Menhan: Banyak Perwira Tinggi TNI Nonjob

Jum'at, 25 Januari 2019 - 10:11 WIB
Menhan: Banyak Perwira...
Menhan: Banyak Perwira Tinggi TNI Nonjob
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut banyak perwira tinggi dan perwira menengah TNI tidak mendapatkan jabatan atau nonjob.

Dia pun telah melaporkan kondisi ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). “(Membicarakan dengan Presiden) masalah bagaimana banyak (perwira) yang tidak mendapatkan jabatan,” ucap Ryamizard di Kompleks Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dari hasil pertemuan tersebut belum ada yang diputuskan. Hal ini masih akan dibicarakan lebih lanjut secara mendalam. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan restrukturisasi jabatan.

“Mungkin ada penambahan jabatan. Mungkin. (Tapi) yang jelas, tidak bisa terserap semua,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin. Menurut dia, terbuka jalan untuk melakukan restrukturisasi.

Namun, hal tersebut masih harus dikaji mendalam. “Ada yang dirampingkan. Ada juga yang fleksibel. Sesuai dengan kebutuhan. Termasuk masalah-masalah di pertahanan,” paparnya.

Restrukturisasi tersebut memang telah dibahas dengan Presiden dan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Menteri Keuangan (Menkeu) yang hadir dalam rapat tersebut.

“Menkeu mendengarkan tentang struktur itu. Ini karena berimplikasi pada anggarannya nanti,” ungkapnya.

Pakar administrasi publik Universitas Padjajaran (Unpad) Yogi Suprayogi menilai, banyak nya perwira TNI nonjob karena kurangnya inovasi jabatan di tubuh militer.

Jabatan-jabatan di militer, menurut dia, justru didominasi oleh ja batan struktural. “Ini karena militer kurang inovatif dalam menciptakan jabatan. Cenderung jabatannya struktural. Paradigma ini harus diubah. Menhan perlu menciptakan jabatan fungsional,” desaknya.

Dia menjelaskan, banyak perwira yang telah memiliki pengalaman mumpuni. Tentu hal itu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi-kondisi saat ini. “Tidak harus memiliki komando. Misalnya, jabatan fungsional analisis strategi perang. Bisa diciptakan itu. Bukan soal mengelola pasukan saja, tapi strategi perang asimetris di era digital saat ini. Perwira-perwira ini bisa diarahkan ke situ,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menilai perlu adanya peta jabatan di tubuh militer. Termasuk dalam hal analisis beban kerja dan jabatan. Hal ini dilakukan agar tidak ada penumpukan perwira tanpa jabatan. (Dita Angga)
(nfl)
Berita Terkait
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Tokoh yang Pernah Terima...
Tokoh yang Pernah Terima Pangkat Jenderal TNI (HOR)
Daftar Jenderal Baru...
Daftar Jenderal Baru TNI AD, AL, dan AU pada Juli 2023
Profil Mayor Teddy,...
Profil Mayor Teddy, Ajudan Prabowo yang Viral di Medsos
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved