Hadapi Debat Perdana, Tim Jokowi dan Prabowo Matangkan Strategi
Kamis, 10 Januari 2019 - 11:18 WIB
Hadapi Debat Perdana, Tim Jokowi dan Prabowo Matangkan Strategi
A
A
A
Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masing-masing sudah menyiapkan berbagai strategi untuk memaparkan visi-misi, program, serta gagasan pada debat perdana yang akan berlangsung 17 Januari 2019.
Capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Kiai Ma’ruf Amin (KMA) misalnya akan mengandalkan track record Jokowi selama menjadi wali Kota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden. Kiprah tersebut dinilai memiliki kelebihan dalam hal penguasaan isu-isu pemerintahan, pembangunan, sosial, politik, termasuk keberhasilan program.
“Kami king maker-nya Pak Jokowi. Inisiasi, keputusan, dan sebagainya di Pak Jokowi. Dan, kami memahami betul tanpa harus membanggakan diri atau sombong. Pak Jokowi ini kan pengalaman di pemerintahan dan penguasaan bidangnya, insya Allah jauh lebih baik,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KMA, Abdul Kadir Karding di Jakarta kemarin.
Menurut dia, pihaknya akan meminta masukan dari berbagai tokoh, ketum parpol, pembina, dan orang-orang yang berkompeten untuk memberikan masukan pada debat perdana nanti. Selain masalah materi, pihaknya juga menyiapkan tim konten dan simulasi debat agar tidak terjadi kesalahan seperti keseleo lidah (sleep tounge) di panggung debat.
“Itu bisa berpotensi terjadi pada semua calon karena debat yang dibatasi waktu. Itulah gunanya tim dan diskusi sehingga potensi kesalahan bisa meminimalisasi,” katanya. Karding mengatakan, selama ini banyak orang yang underestimate terhadap KMA dalam kemampuan berdebat.
Menurut dia, hal itu salah besar. “Jangan salah, di NU itu ada namanya dua tradisi yang menjadi makanan siang, pagi, sorenya kiai, yaitu bahtsul masail dan halaqah. Itu artinya diskusi, debat, bagi Kiai Ma’ruf makanan sehari-hari. Mungkin yang perlu didorong adalah bagaimana beliau menggunakan waktu yang disiapkan dengan pilihan konten yang tepat yang bisa masuk ke publik,” urainya.
Terkait penampilan panggung, termasuk dari sisi berpakaian, pasangan Jokowi-KMA kata Karding akan tampil secara orisinal seperti yang selama ini menjadi ciri khas keduanya.
Termasuk Kiai Ma’ruf kemungkinan akan tetap menggunakan sarung dan sorban seperti kebiasaannya dalam berpakaian sehari-hari. “Tampilan panggung jangan diubah, nanti di kira pencitraan. Kita mau tampil elegan apa adanya, tidak aneh-aneh,” urainya.
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-KMA, Verry Surya Hendrawan menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan peran Direktorat Program, Direktorat Narasi dan Konten, Direktorat Informasi dan Publikasi, serta Direktorat Komunikasi Politik pada debat nanti.
“Jadi empat direktorat ini, direktur dan wakilnya masuk dalam tim persiapan debat,” tuturnya.
Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempersiapkan para ahli untuk membantu Prabowo dan Sandi mendalami sejumlah isu sesuai dengan tema debat misalnya ahli HAM dan korupsi.
Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said menuturkan, pihaknya yakin bahwa Prabowo dan Sandi memiliki intelektual yang sangat tinggi sehingga akan mudah memahami dan mendalami berbagai isu. Dengan begitu, mereka tidak akan kesulitan saat debat perdana nanti.
“Kami yakin sekali bahwa keduanya punya intelektual yang sangat tinggi sehingga dikasih kata kunci saja sudah bisa mengolah sendiri,” ucapnya. Menurut Sudirman, topik khusus yang akan disampaikan Prabowo-Sandi saat debat nanti akan bergantung pada situasi.
Yang jelas, Prabowo-Sandi ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat dalam debat nanti sekaligus membudayakan bahwa bernegara itu berkonsep, bukan sekadar saling serang. Begitu juga dengan daftar pertanyaan saat debat, itu tidak dipersiapkan secara khusus.
“Kami tidak punya daftar khusus ya, itu nanti natural saja,” tandasnya. Cawapres Sandiaga Uno terus meng-update isu, mendalami persoalan, dan menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan tema debat. Dia menangkap bahwa persoalan korupsi ini sangat menjadi perhatian dan kekhawatiran di masyarakat.
Dalam penyampaian visi misi, Prabowo-Sandi juga akan berkomitmen terhadap pemerintahan yang kuat, bersih, dan tegas dalam melawan korupsi hingga ke akar-akarnya dengan melibatkan semua pihak.
“Ya, ini salah satu dari persiapan debat, hukum, HAM, juga terorisme dan korupsi. Apalagi ada pelemparan bom molotov hari ini (kemarin) salah satu ke khawatiran kita semua,” kata Sandi.
Ketua KPU Arief Budiman menyatakan, KPU akan menggelar debat pilpres dalam lima putaran yang akan dihelat Januari hingga April 2019.
Debat pilpres digelar demi memenuhi tuntutan konstitusional sebagai mana diamanahkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Debat perdana digelar pada 17 Januari 2019 dengan peserta debat pasangan calon presiden-wakil presiden.
Tema yang diangkat adalah persoalan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat kedua akan berlang sung 17 Februari dengan peserta antarcalon presiden dan mengusung tema energi, pangan, SDA, lingkungan hidup, dan infrastruktur.
Debat ketiga diselenggarakan 17 Maret dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan, dengan peserta debat adalah antarcalon wakil presiden. Sedangkan debat keempat akan dihelat pada 30 Maret dengan tema ideologi, pemerintahan, pertahanan, dan keamanan, dan hubungan internasional. Peserta debat adalah antarcalon presiden.
“Debat kelima akan digelar 10 atau 13 April (waktu masih tentatif) dengan tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi perdagangan dan industri. Peserta debat adalah antar pasangan calon presiden-wakil presiden,” ucapnya. (Kiswondari/Abdul Rochim/Mula Akmal)
Capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Kiai Ma’ruf Amin (KMA) misalnya akan mengandalkan track record Jokowi selama menjadi wali Kota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden. Kiprah tersebut dinilai memiliki kelebihan dalam hal penguasaan isu-isu pemerintahan, pembangunan, sosial, politik, termasuk keberhasilan program.
“Kami king maker-nya Pak Jokowi. Inisiasi, keputusan, dan sebagainya di Pak Jokowi. Dan, kami memahami betul tanpa harus membanggakan diri atau sombong. Pak Jokowi ini kan pengalaman di pemerintahan dan penguasaan bidangnya, insya Allah jauh lebih baik,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KMA, Abdul Kadir Karding di Jakarta kemarin.
Menurut dia, pihaknya akan meminta masukan dari berbagai tokoh, ketum parpol, pembina, dan orang-orang yang berkompeten untuk memberikan masukan pada debat perdana nanti. Selain masalah materi, pihaknya juga menyiapkan tim konten dan simulasi debat agar tidak terjadi kesalahan seperti keseleo lidah (sleep tounge) di panggung debat.
“Itu bisa berpotensi terjadi pada semua calon karena debat yang dibatasi waktu. Itulah gunanya tim dan diskusi sehingga potensi kesalahan bisa meminimalisasi,” katanya. Karding mengatakan, selama ini banyak orang yang underestimate terhadap KMA dalam kemampuan berdebat.
Menurut dia, hal itu salah besar. “Jangan salah, di NU itu ada namanya dua tradisi yang menjadi makanan siang, pagi, sorenya kiai, yaitu bahtsul masail dan halaqah. Itu artinya diskusi, debat, bagi Kiai Ma’ruf makanan sehari-hari. Mungkin yang perlu didorong adalah bagaimana beliau menggunakan waktu yang disiapkan dengan pilihan konten yang tepat yang bisa masuk ke publik,” urainya.
Terkait penampilan panggung, termasuk dari sisi berpakaian, pasangan Jokowi-KMA kata Karding akan tampil secara orisinal seperti yang selama ini menjadi ciri khas keduanya.
Termasuk Kiai Ma’ruf kemungkinan akan tetap menggunakan sarung dan sorban seperti kebiasaannya dalam berpakaian sehari-hari. “Tampilan panggung jangan diubah, nanti di kira pencitraan. Kita mau tampil elegan apa adanya, tidak aneh-aneh,” urainya.
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-KMA, Verry Surya Hendrawan menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan peran Direktorat Program, Direktorat Narasi dan Konten, Direktorat Informasi dan Publikasi, serta Direktorat Komunikasi Politik pada debat nanti.
“Jadi empat direktorat ini, direktur dan wakilnya masuk dalam tim persiapan debat,” tuturnya.
Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempersiapkan para ahli untuk membantu Prabowo dan Sandi mendalami sejumlah isu sesuai dengan tema debat misalnya ahli HAM dan korupsi.
Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said menuturkan, pihaknya yakin bahwa Prabowo dan Sandi memiliki intelektual yang sangat tinggi sehingga akan mudah memahami dan mendalami berbagai isu. Dengan begitu, mereka tidak akan kesulitan saat debat perdana nanti.
“Kami yakin sekali bahwa keduanya punya intelektual yang sangat tinggi sehingga dikasih kata kunci saja sudah bisa mengolah sendiri,” ucapnya. Menurut Sudirman, topik khusus yang akan disampaikan Prabowo-Sandi saat debat nanti akan bergantung pada situasi.
Yang jelas, Prabowo-Sandi ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat dalam debat nanti sekaligus membudayakan bahwa bernegara itu berkonsep, bukan sekadar saling serang. Begitu juga dengan daftar pertanyaan saat debat, itu tidak dipersiapkan secara khusus.
“Kami tidak punya daftar khusus ya, itu nanti natural saja,” tandasnya. Cawapres Sandiaga Uno terus meng-update isu, mendalami persoalan, dan menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan tema debat. Dia menangkap bahwa persoalan korupsi ini sangat menjadi perhatian dan kekhawatiran di masyarakat.
Dalam penyampaian visi misi, Prabowo-Sandi juga akan berkomitmen terhadap pemerintahan yang kuat, bersih, dan tegas dalam melawan korupsi hingga ke akar-akarnya dengan melibatkan semua pihak.
“Ya, ini salah satu dari persiapan debat, hukum, HAM, juga terorisme dan korupsi. Apalagi ada pelemparan bom molotov hari ini (kemarin) salah satu ke khawatiran kita semua,” kata Sandi.
Ketua KPU Arief Budiman menyatakan, KPU akan menggelar debat pilpres dalam lima putaran yang akan dihelat Januari hingga April 2019.
Debat pilpres digelar demi memenuhi tuntutan konstitusional sebagai mana diamanahkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Debat perdana digelar pada 17 Januari 2019 dengan peserta debat pasangan calon presiden-wakil presiden.
Tema yang diangkat adalah persoalan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat kedua akan berlang sung 17 Februari dengan peserta antarcalon presiden dan mengusung tema energi, pangan, SDA, lingkungan hidup, dan infrastruktur.
Debat ketiga diselenggarakan 17 Maret dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan, dengan peserta debat adalah antarcalon wakil presiden. Sedangkan debat keempat akan dihelat pada 30 Maret dengan tema ideologi, pemerintahan, pertahanan, dan keamanan, dan hubungan internasional. Peserta debat adalah antarcalon presiden.
“Debat kelima akan digelar 10 atau 13 April (waktu masih tentatif) dengan tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi perdagangan dan industri. Peserta debat adalah antar pasangan calon presiden-wakil presiden,” ucapnya. (Kiswondari/Abdul Rochim/Mula Akmal)
(nfl)