Pengamat: Prabowo Berat Kejar Elektabilitas Jokowi

Rabu, 02 Januari 2019 - 19:57 WIB
Pengamat: Prabowo Berat...
Pengamat: Prabowo Berat Kejar Elektabilitas Jokowi
A A A
JAKARTA - Tahun 2019 telah tiba dan hari-hari menjelang pemungutan suara pilpres semakin seru. Masing-masing kubu terus bergerak, melakukan kampanye semaksimal mungkin dengan harapan bisa merebut suara dari pemilih baru maupun dari pemilih yang belum menentukan pilihan.

Banyak kreasi dan inovasi kampanye dilakukan kedua kubu. Pada beberapa kasus, tampak sekali terjadi saling serang bahkan tidak jarang yang muncul ke permukaan justru perang makian bukan kritik program.

Pengamat politik yang juga Direktur Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman menilai pilpres April mendatang sebenarnya sudah bisa diprediksi pemenangnya. Sisa waktu sekitar 104 hari ke depan cukup berat bagi penantang untuk mengejar ketertinggalan. Sebagaimana diketahui survei selama dua tahun terakhir, elektabilitas Jokowi selalu lebih tinggi dari Prabowo.

"Untuk mengejar ketertinggalan ini diperlukan usaha keras, karena yang tersisa untuk dibidik tinggal suara pemilih pemula dan pemilih bingung," ujarnya kepada para wartawan, Rabu (2/1/2019).

Veri menjelaskan, yang terjadi dalam pilpres kali ini adalah rematch. Capres tahun 2014 dan tahun 2019 sama orangnya, yakni Joko Widodo melawan Prabowo Subianto. Dulu, waktu kedua orang ini sama-sama belum bekerja sebagai presiden, sama-sama nihil pengalaman memimpin negara, Jokowi memenangkan kontestasi. Kini saat pertandingan ulang berlangsung, modal Jokowi jauh lebih meyakinkan.

"Jokowi sudah bekerja sebagai presiden selama empat tahun. Tentu sudah banyak yang dikerjakan selama kepemimpinannya itu. Pengalaman dan kerja nyata ini akan jadi modal yang sama sekali tak bisa ditandingi oleh Prabowo. Sederhannya, di pilpres 2014 saat modalnya sama, yakni sama-sama belum berpengalaman sebagai presiden, Jokowi berhasil memenangkan kontestasi, apalagi sekarang dan ini semua terkonfirmasi oleh hasil survei yang dirilis beberapa lembaga survei," ujarnya.

Veri menganalisa, rata-rata survei menemukan elektabilitas Jokowi sudah berada di atas batas psikologis kemenangan yakni 54 persen. Angka ini berada di atas raihan suara Jokowi pada pilpres 2014 yakni 53,15 persen. Menurutnya, karena posisinya rematch atau pertarungan ulang maka kecenderungan pendukungnya juga demikian, mereka akan kembali mendukung calonnya.

"Saya kira pendukung lama Jokowi patut diduga sudah memutuskan kembali memilihnya. Sementara, pemilih baru atau pemilih yang di pilpres lalu golput ada kecenderungan menjadi penambah suara. Itulah mengapa suara yang diperebutkan tinggal sedikit. Jokowi juga masih punya kans menambah pendukung dari kelompok undecided voters dan jika itu terjadi kelompok sasaran Prabowo semakin sempit," ungkapnya.

Debat kandidat yang akan digelar beberapa waktu ke depan menurut Veri hanya akan menguatkan keyakinan masing-masing pendukung. Sama seperti kampanye yang berlangsung beberapa bulan belakangan yang dilihatnya hanya saling menguatkan keyakinan pendukungnya masing-masing.

"Jadi praktis yang diperebutkan memang tinggal pemilih pemula dan sedikit pemilih mengambang yang membutuhkan sentuhan kampanye lebih dalam. Keduanya jenis pemilih itu tampaknya ada dalam kelompok undecided voters dalam temuan-temuan survei ," pungkasnya.

Pada pilpres 2014 yang lalu Jokowi meraih suara sebanyak 70.997.85 suara (53,15 persen) sementara Prabowo meraih 62.576.444 suara (46,85 persen) selisih suara keduanya adalah 8.421.389 (6,3 persen).
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Nanik S Deyang Diangkat...
Nanik S Deyang Diangkat sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana, Dasco: Pilihan yang Tepat
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Dadan Hindayana Dicopot...
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dasco Puji Pemerintah Dengar Aspirasi Masyarakat
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved