Kemenag Gelar Dialog Agama Bahas Kehidupan Beragama di Indonesia

Jum'at, 28 Desember 2018 - 15:47 WIB
Kemenag Gelar Dialog...
Kemenag Gelar Dialog Agama Bahas Kehidupan Beragama di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama menggelar dialog agama di Jakarta. Kegiatan yang diikuti oleh tokoh agama, budayawan, akademisi, praktisi media, dan kaum muda milenial ini akan membahas tentang dinamika kehidupan beragama di Indonesia.

“Dialog agama dan budaya lintas iman ini dalam rangka melakukan refleksi sekaligus proyeksi dalam merespon dinamika kehidupan beragama masa kini, utamanya di era disrupi dan revolusi industri 4.0,” terang Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Dialog agama akan berlangsung dua hari, 28 – 29 Desember 2018 di Discover Hotel, Ancol Jakarta. Kegiatan ini akan dibuka dan sekaligus diikuti oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin pada pukul 14.00 WIB.

Menurut Mastuki, sepanjang 2014 hingga 2018, kehidupan keagamaan di Indonesia sangat dinamis. Gesekan antarumat, kontroversi isu keagamaan, hingga perilaku intoleransi, ekstremisme, konservatisme agama, dan terorisme masih terjadi, meski secara umum Indonesia tetap damai dan terkendali.

Terkait itu, menjelang tahun politik di 2019, perlu ada proyeksi antisipasi terhadap isu-isu keagamaan yang mungkin muncul di masyarakat. “Kemenag perlu memfasilitasi terciptanya komunikasi yang baik antartokoh agama dan berbagai komponen masyarakat, agar tercipta saling kesepahaman dalam menghadapi dan mengelola isu-isu keagamaan,” ujar Mastuki.

Mengangkat tema besar Kehidupan Beragama di Indonesia: Refleksi dan Proyeksi, sejumlah tema akan dibahas. Pertama, Kecenderungan Konservatisme Beragama di Tahun Politik. Tema ini akan dibahas sore ini, dari jam 15.00 – 17.00 WIB, dengan fokus pada kecenderungan meningkatnya konservatisme beragama di Indonesia. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat akan menjadi pemantik diskusi.

Diskusi akan mencari jawaban atas beberapa pertanyaan, seperti: apa indikasi konservatisme? mengapa konservatisme menguat? Apakah konservatisme adalah bagian dari meningkatnya gairah beragama? Apa implikasinya terhadap kualitas keberagamaan? Serta sejauhmana program dan visi moderasi beragama/wasathiyah berhasil menetralisir kecenderungan konservatisme?

“Sesi ini juga akan membahas proyeksi tentang upaya menyikapi kecenderungan konservatisme beragama ini, utamanya menjelang pemilu eksekutif dan legislatif dan bagaimana strategi pengarusutamaan Moderasi Beragama,” jelasnya.

Kedua, Relasi Agama dan negara di Zaman Milenial. Dengan Haidar Baqir sebagai pemantik diskusi, sessi yang berlangsung malam nanti, dari jam 19.00 – 21.30 WIB ini akan membahas fenomena beragama di era digital dan memasuki revolusi industri 4.0.

Pertanyaan yang bisa diajukan, antara lain: mengapa otoritas keagamaan seakan berpindah dari tokoh agama ke dunia digital (tokoh agama populis)? Mengapa content keagamaan di dunia digital dan media sosial lebih banyak diisi oleh materi keagamaan yang konservatif dan sering hitam putih dalam menafsirkan agama? Kemana dan di mana khazanah keagamaan klasik yang kaya dan menggambarkan keragaman penafsiran? Mengapa tokoh agama dan akademisi khususnya seolah absen dan gagap dalam menghadapi perubahan pola keberagamaan masyarakat milenial?

“Bagaimana strategi agar di tahun 2019 para tokoh agama, budayawan, dan akademisi yang memiliki otoritas kagamaan dan keilmuan dapat lebih lantang (speak up) merespon isu-isu keagamaan, serta apa yang sebaiknya dilakukan oleh Kementerian Agama melalui satker-satkernya di daerah, termasuk Perguruan Tinggi, akan dibahas bersama dalam sessi ini,” jelas Mastuki.

Ketiga, Beragama di Era Disrupsi. Sesi Sabtu pagi ini (08.00 – 10.00 WIB) akan diawali oleh paparan mantan Ketua MK Mahfud MD. Sesi ini mendiskusikan dinamika hubungan agama dan negara di Indonesia.

Sejumlah pertanyaan akan dibahas, antara lain bagaimana sesungguhnya konsep ideal merealisasikan negara kebangsaan yang berketuhanan? Apakah selama ini Pemerintah sudah tepat menempatkan agama dalam tata kelola negara? Sudah adilkah sikap Pemerintah, khususnya Kemenag, terhadap pemeluk agama minoritas dan aliran kepercayaan di Indonesia? Mengapa masih ada kelompok agama (seperti HTI) yang menganggap bahwa negara tidak mengakomodasi kepentingan dan aspirasinya?

“Bagian akhir diskusi ini akan memproyeksikan tentang strategi terbaik untuk menarasikan bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler?,” tutur Mastuki.

“Juga tentang apa yang sebaiknya dilakukan oleh Pemerintah (Kemenag) dalam rangka penguatan relasi agama dan negara? Serta bagaimana sebaiknya menindaklanjuti RUU Perlindungan Umat Beragama (PUB); apakah mendesak dikeluarkan?,” tambahnya.

Sejumlah tokoh agama dan budayawan terkonfirmasi hadir dalam kegiatan ini, antara lain: Mahfud MD, Abdul Muthi, Asep Zamzam Noor, Fatin Hamama, Garin Nugroho, Haidar Baqir, Hartati Murdaya, Henriette G Lebang, Jadul Maula, Komaruddin Hidayat, Seno Gumira, Suhadi Sanjaya, Sujiwo Tedjo, Ulil Abshar Abdalla, Usman Hamid, Uung Sendana, Wahyu Muryadi, Yudi Latif, Bhikku Jayamedo, Inayah Wahid, Coki Pardede, Zaztrow, dan D Zawawi Imron.
(pur)
Berita Terkait
Nilai IKPA Kemenag Meningkat,...
Nilai IKPA Kemenag Meningkat, Sekretaris Itjen Sebut Pengawasan Jadi Kunci
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Kemenag Target PTKI...
Kemenag Target PTKI Tahun Ini Gelar Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, Apa Itu?
Capai Target 10 Juta,...
Capai Target 10 Juta, Kemenag Revitalisasi Unit Percetakan Al-Qur'an
PaRD Leadership Meeting...
PaRD Leadership Meeting 2025 Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global
Menag Nasaruddin Minta...
Menag Nasaruddin Minta Itjen Cegah Terjadinya Kebocoran dan Pelanggaran
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved