Massa Aksi Bela Muslim Uighur: Dubes China Tak Layak di Indonesia
Jum'at, 21 Desember 2018 - 16:43 WIB
Massa Aksi Bela Muslim Uighur: Dubes China Tak Layak di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Ribuan orang dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan ormas Islam lainnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat China. Mereka memprotes China terkait penindasan etnis muslim Uighur di Xinjiang.
Selain berorasi, massa Aksi Bela Muslim Uighur ini juga menyampaikan aspirasi melalui pertunjukan teatrikal. Aksi itu dimainkan oleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Teatrikal ini menggambarkan kekejaman aparat keamanan dari otoritas Pemerintah China yang mengintimidasi dan menindas umat muslim Uighur.
Dalam teatrikal itu, mereka memperagakan perbuatan aparat keamanan China yang menganiaya perempuan etnis muslim Uighur.
Presiden MRI, Syuhelmaidi Syukur mengutuk kekerasan yang dialami muslim Uighur oleh Otoritas Pemerintah China.
MRI meminta Pemerintah China segera menghentikan kekerasan terhadap umat muslim Uighur karena bertentangan dengan hak asasi manusia.
Syuhelmaidi juga mendesak Pemerintah Indonesia bersikap tegas atas nama HAM dan konstitusi Indonesia yang menghormati hak kemerdekaan menjalankan agama.
"Bila segala upaya diplomatik ini tidak membuahkan hasil, maka Duta Besar China tidak layak ada di negeri yang beradab ini," ujarnya.
Aksi teatrikal ini menarik perhatian peserta aksi. Banyak dari mereka ikut mengabadikan aksi teatrikal ini. Sejumlah perempuan yang ikut aksi juga terhanyut dalam aksi tersebut hingga meneteskan air mata.
Selain berorasi, massa Aksi Bela Muslim Uighur ini juga menyampaikan aspirasi melalui pertunjukan teatrikal. Aksi itu dimainkan oleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Teatrikal ini menggambarkan kekejaman aparat keamanan dari otoritas Pemerintah China yang mengintimidasi dan menindas umat muslim Uighur.
Dalam teatrikal itu, mereka memperagakan perbuatan aparat keamanan China yang menganiaya perempuan etnis muslim Uighur.
Presiden MRI, Syuhelmaidi Syukur mengutuk kekerasan yang dialami muslim Uighur oleh Otoritas Pemerintah China.
MRI meminta Pemerintah China segera menghentikan kekerasan terhadap umat muslim Uighur karena bertentangan dengan hak asasi manusia.
Syuhelmaidi juga mendesak Pemerintah Indonesia bersikap tegas atas nama HAM dan konstitusi Indonesia yang menghormati hak kemerdekaan menjalankan agama.
"Bila segala upaya diplomatik ini tidak membuahkan hasil, maka Duta Besar China tidak layak ada di negeri yang beradab ini," ujarnya.
Aksi teatrikal ini menarik perhatian peserta aksi. Banyak dari mereka ikut mengabadikan aksi teatrikal ini. Sejumlah perempuan yang ikut aksi juga terhanyut dalam aksi tersebut hingga meneteskan air mata.
(dam)