Perusakan Baliho SBY, Demokrat: Menko Polhukam Sepelekan Persoalan

Selasa, 18 Desember 2018 - 13:03 WIB
Perusakan Baliho SBY,...
Perusakan Baliho SBY, Demokrat: Menko Polhukam Sepelekan Persoalan
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengenai kasus perusakan baliho Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pekanbaru, Riau, terlalu cepat menyimpulkan dan menyepelekan persoalan.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengaku resah dengan pernyataan Menko Polhukam.

Dia pun menceritakan tentang kronologi peristiwa perusakan baliho SBY dan bendera Partai Demokrat di Riau, Sabtu 15 Desember 2018.

Ketika itu Hinca bersama rombongan baru tiba di Riau dari Jakarta, Sabtu 15 Desember 2018 pukul 01.00 dini hari. Saat itu tidak ada masalah dengan atribut Partai Demokrat.

"Satu jam kemudian sudah rata itu semua. Jangan dikira yang dirusak itu satu dua, itu ribuan bendera dan ratusan baliho-baliho, baik yang dirusak sebagian gambarnya yang di robek-robek atau di-cutter begitu maupun kerangkanya yang dipatahin. Kemudian dibuang begitu rupa dan kami menangkap seseorang," ujar Hinca di depan kediaman SBY, di Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

Tidak lama kemudian, sambung dia, seorang pelaku yang kena "operasi tangkap tangan atau OTT" itu dibawa ke Polresta, Pekanbaru. "Satu orang pelakunya yang kemudian kami laporkan ke Polresta Pekanbaru sekitar pukul 6.30," tandasnya. (Baca juga: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Perusakan Baliho SBY )

Hinca pun menjelaskan OTT pelaku perusakan atribut Demokrat. Ketika itu, anggota Tim Rajawali dari Demokrat memergoki pelaku sedang melakukan aksinya. Tak lama kemudian, pelaku ditangkap.

Saat diamankan, lanjut Hinca, pelaku menceritakan nama-nama yang terlibat dalam melakukan aksi perusakan atribut Demokrat. "Dia menyebut banyak, jadi bukan kami yang menyebut," katanya.

Bahkan, kata Hinca, pelaku juga menyebutkan nama-nama yang terlibat perusakan ke Polresta Pekanbaru.

Terkait siapa pelakunya, Hinca menyerahkannya kepada penyidik. Dia menegaskan Demokrat tidak pernah menyebut nama partai lain. Oleh karena itu, penegak hukum mesti meluruskan kasus ini.

Oleh karena itu, dia mempersilakan jika politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera ingin melaporkan SBY karena merasa kader partainya dituduh melakukan perusakan.

"Lakukan saja karena SBY enggak pernah bilang itu dan kami juga siap," katanya. (Baca juga: SBY Persilakan PDIP Laporkan Dirinya ke Polisi )

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Senin 17 Desember 2018, Wiranto mengungkapkan perusakan baliho SBY dan bendera Partai Demokrat di Pekanbaru dilakuan oleh oknum kader PDIP dan Demokrat. Wiranto mengatakan, motif pelaku untuk mendapatkan pujian.
(dam)
Berita Terkait
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
7 Provinsi Penyumbang...
7 Provinsi Penyumbang Terbesar Suara Partai Gerindra di Pemilu 2019
3 Partai Politik Penguasa...
3 Partai Politik Penguasa Pulau Jawa pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved