PAS Jaga Transparansi Dana Kampanye

Jum'at, 30 November 2018 - 13:53 WIB
PAS Jaga Transparansi...
PAS Jaga Transparansi Dana Kampanye
A A A
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (PAS) kembali merilis laporan dana kampanye dari 23 September hingga 27 November.

Saat ini dana kampanye yang sudah masuk mencapai Rp41,9 miliar atau terjadi peningkatan sebesar 24% dari laporan bulan lalu. Dari total dana itu, sejumlah Rp34,5 miliar telah terpakai untuk keperluan kampanye, termasuk membangun teritori dan jaringan, penguatan posko-posko, dan kegiatan relawan.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan, penyampaian penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandi pada setiap bulannya adalah bentuk komitmen transparansi anggaran kepada masyarakat. Hal itu penting agar publik mengetahui pemasukan dan pengeluaran dana kampanye pasangan capres-cawapres yang didukungnya.

“Komitmen dan transparansi seperti ini merupakan salah satu pilar terpenting Prabowo-Sandi. Tadi sudah dijelaskan jumlah dana masuk dan dana keluar secara terperinci sesuai peraturan KPU dan tentang pelaporan dari KPU,” kata Sandi.

Dia menambahkan, Prabowo-Sandi menemukan inovasi dalam kegiatan kampanye mereka selama ini sehingga bisa menekan anggaran yang digunakan. Padahal kegiatannya selama satu bulan ini berkeliling ke banyak kabupaten dan kota di Indonesia.

“Saya dan Pak Prabowo menemukan beberapa inovasi dalam berkampanye sehingga kami bisa menekan biaya kampanye seminim mungkin. Kebutuhan panggung misalnya, kami ganti dengan kardus, sehingga kami tidak lagi memerlukan panggung. Kegiatan ini murni banyak partisipasi dari masyarakat,” terangnya.

Di sisi lain, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, pihaknya akan terus memperbarui (update) dana kampanye sebagai bagian dan upaya peningkatan kualitas demokrasi.

Namun pihaknya juga menyayangkan langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak berani membuat terobosan dengan mengizinkan pembukaan rekening dana kampanye capres-cawapres kepada publik. “Itu yang saya lihat sebagai sebuah kemunduran pada pemilu ini,” kata Hasto di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Hasto mengatakan, pihaknya sudah pernah mengumumkan rekening dana kampanye lewat media massa, namun oleh KPU dan Bawaslu karena ada gambar pasangan calon, dianggap sebagai bentuk pelanggaran sehingga harus melalui proses di Bawaslu. (Kiswondari/Abdul Rochim)
(nfl)
Berita Terkait
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Sandi Enggan Komentari...
Sandi Enggan Komentari 'Ndasmu Etik' Prabowo
Jelang Pelantikan Menteri,...
Jelang Pelantikan Menteri, Prabowo-Sandi Trending Topik
Poltracking: Simulasi...
Poltracking: Simulasi Prabowo-Airlangga Kalahkan Ganjar-Sandi
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Sandi Harap Prabowo...
Sandi Harap Prabowo Mampu Tingkatkan Produksi Pangan Nasional
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved