Mulai Januari 2019 Bantuan Dicairkan secara Non-Flat

Kamis, 29 November 2018 - 13:21 WIB
Mulai Januari 2019 Bantuan...
Mulai Januari 2019 Bantuan Dicairkan secara Non-Flat
A A A
JAKARTA - Pencairan dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) mulai Januari 2019 akan berbeda dari sebelumnya.

Nantinya bantuan akan disalurkan dengan mempertimbangkan beban tanggungan dari setiap keluarga. Dengan demikian besaran nilai setiap penerima bantuan tahun depan tidak akan sama.

“Jadi kalau tahun ini flat Rp1,8 juta setiap keluarga, tahun depan akan diperhitungkan indeks bansos yang bervariasi atau non-flat ,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat di Jakarta, kemarin.

Penghitungan indeks kenaikan nilai dana bansos PKH itu terdiri atas dana untuk ibu sedang hamil atau keluarga yang memiliki balita sebesar Rp2,4 juta per tahun, keluarga yang memiliki anak SD Rp900.000, keluarga yang memiliki anak SMP Rp1,5 juta, keluarga yang memiliki anak SMA Rp2 juta.

Bagi keluarga yang tinggal bersama lanjut usia 60 tahun ke atas akan mendapat tambahan Rp2,4 juta per jiwa, keluarga yang tinggal bersama penyandang disabilitas berat mendapatkan tambahan Rp2,4 juta per jiwa serta bantuan tetap sebesar Rp550.000 per tahun per keluarga. “Bantuan PKH nonflat ini akan diterapkan mulai Januari 2019,” bebernya.

Meski demikian naiknya indeks nilai besaran bantuan sosial tak dibarengi dengan kenaikan jumlah penerima. Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bansos non tunai PKH 2019 tetap 10 juta KPM.

Perubahan pencairan dana bansos PKH ini sejalan dengan disetujuinya kenaikan anggaran menjadi Rp34,4 triliun dari periode sebelumnya yang hanya sekitar Rp19,4 triliun.

Harry menjelaskan, kenaikan besaran dana bansos itu sudah dihitung secara rasional karena di antaranya melibatkan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Dunia, serta Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Kenaikan besaran indeks bantuan sosial yang signifikan diperkirakan akan mengurangi tingkat kemiskinan secara nyata karena komponen bantuan sudah di sesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga yang berbeda-beda.

“Saat ini tingkat kemiskinan berada di kisaran 9,82%. Dengan naiknya besaran bantuan sosial, tingkat kemiskinan diestimasi bisa ditekan menjadi 9,3-9,5% pada akhir 2019. Dengan demikian target menekan tingkat kemiskinan dalam RPJMN sebesar 8,5-9,5% itu akan bisa tercapai,” katanya.

Anggota Komisi VIII DPR Deding Ishak mengatakan, penambahan besaran anggaran bansos PKH pada 2019 dimaksudkan untuk lebih memastikan peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“Seperti di Kabupaten Cianjur, ada dua penerima manfaat yang graduasi atau lulus. Tingkat kesejahteraan mereka meningkat,” katanya saat menyaksikan pencairan PKH tahap IV di Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin.

Selain itu pemerintah akan segera meluncurkan program pengembangan Kelompok Usaha Bersama (Kube) bagi para penerima PKH.

Pendanaan program pengembangan usaha tersebut sudah disiapkan dan rencananya akan mulai diluncurkan awal 2019. Deding menambahkan, penyaluran PKH tidak lepas dari peran dan kinerja pendamping. Eksistensi para pendamping ini sangat penting. (Binti Mufarida)
(nfl)
Berita Terkait
Asyik, 29 Pendamping...
Asyik, 29 Pendamping PKH Kabupaten Tegal Dapat Motor Dinas
Pendamping PKH: Saya...
Pendamping PKH: Saya Bersyukur Menjadi Bagian Dari Solusi Permasalahan Masyarakat
BBPPKS Makassar Gelar...
BBPPKS Makassar Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penerima PKH
Kemensos Ajukan Anggaran...
Kemensos Ajukan Anggaran Rp1,7 T untuk Verifikasi DTKS 2021
Pemutakhiran Data Bagi...
Pemutakhiran Data Bagi Keluarga Penerima Manfaat dan Program Keluarga Harapan
Viral Rumah Mewah Dilengkapi...
Viral Rumah Mewah Dilengkapi Mobil Berstiker Miskin
Berita Terkini
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved