Demokrat Tidak Berminat Ikut dalam Arus Politik Gaduh

Sabtu, 17 November 2018 - 07:11 WIB
Demokrat Tidak Berminat...
Demokrat Tidak Berminat Ikut dalam Arus Politik Gaduh
A A A
JAKARTA - Deputi Kogasma Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan pihaknya tidak berminat ikut dalam arus politik gaduh antar pendukung calon presiden (capres). Demokrat punya cara sendiri dalam berkampanye.

Pertama, tutur Herzaky, Partai Demokrat mengedepankan politik santun, politik yang beretika. Ada banyak cara yang bisa ditempuh partai politik khususnya pendukung capres dalam menarik perhatian publik. Kampanye tidak mesti menggunakan kata-kata provokatif yang negatif apalagi membuat gaduh.

"Rakyat sudah susah. Jangan ditambah susah dengan membuat rakyat mendengarkan perdebatan tidak perlu oleh elit politik di muka publik," ujar Herzaky kepada SINDOnews, Jumat (16/11/2018).

Kedua, lanjut Herzaky, Partai Demokrat fokus dan berkomitmen mengutamakan rakyat. Dengar suara dan beri solusi kesulitan rakyat. Karena itu, Partai Demokrat bertekad melakukan kampanye kedepankan tawaran-tawaran program yang bersentuhan dengan rakyat.

Misalnya, program pembukaan lapangan kerja termasuk untuk kaum milenial dan perempuan, program peningkatan daya beli masyarakat, hingga menjaga stabilitas harga sembako.

"Bagaimana tarif dasar listrik tidak naik terus tiap tiga bulan selama bertahun-tahun, bagaimana agar nelayan mudah mendapatkan solar yang disubsidi, bagaimana agar petani tetap mendapatkan subsidi pupuk, komitmen untuk menaikkan gaji para guru, pegawai negeri, TNI/Polri, sehingga mereka bisa memiliki daya beli yang semakin meningkat," imbuh Herzaky.

Ketiga, lanjut Herzaky dengan memberikan tawaran program, Partai Demokrat memberikan harapan, menumbuhkan optimisme di kalangan rakyat bahwa ada solusi untuk situasi sulit yang mereka hadapi saat ini.

Keempat, dengan model kampanye seperti itu rakyat akhirnya teredukasi untuk memilih partai politik dan calon secara cerdas. Bukan terjebak oleh pencitraan, apalagi narasi ketakutan yang disebar pihak-pihak tertentu melalui hoaks dan tentu saja bukan karena pragmatisme politik uang.

Herzaky berharap, pemimpin yang terpilih, partai yang menang pemilu, caleg yang mendapat amanah rakyat, benar-benar terbaik dan dibutuhkan bangsa ini untuk menghadapi tantangan dan persaingan global yang semakin keras.

"Kalau tidak kita mulai kampanye yang bermanfaat untuk rakyat, siapa yang bakal memulai? Kami harap kesadaran yang sama dimiliki oleh parpol-parpol peserta pemilu lainnya," kata Herzaky.
(kri)
Berita Terkait
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Pidato Politik Ketua...
Pidato Politik Ketua Umum Partai Demokrat
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Capres Resmi Partai...
Capres Resmi Partai Demokrat dalam Pilpres AS, Siapakah Joe Biden?
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
Resmi, Partai Demokrat...
Resmi, Partai Demokrat Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Berita Terkini
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved