Kubu Jokowi: Parpol Pengusung Setengah Hati Dukung Prabowo-Sandi
Jum'at, 16 November 2018 - 13:42 WIB
Kubu Jokowi: Parpol Pengusung Setengah Hati Dukung Prabowo-Sandi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Arsul Sani merasa tidak etis mengomentari internal Koalisi Adil Makmur (KAM) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, termasuk pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengingatkan perilaku elit Gerindra dalam kicauan di media sosial.
"Kami melihat bahwa soliditas partai-partai KIK (Koalisi Indonesia Kerja) jauh lebih baik dibanding partai-partai KAM yang jadi pengusung Prabowo-Sandi," kata Arsul saat dihubungi, Jumat (16/11/2018).
Arsul menilai, sikap dan pernyataan SBY yang menyebut bahwa Gerindra harus mawas diri menunjukkan kepada publik bahwa Demokrat dan partai pengusung setengah hati memenangkan Prabowo-Sandi.
"Persoalan coat tail effect atau efek ekor jas tampaknya menjadi masalah serius," ujarnya.
Selain masalah limpahan elektoral Prabowo yang tak menguntungkan bagi parpol pengusung, sikap SBY yang memiliki tampilan well prepared dan konseptual tampaknya juga mulai resah dengan menyatakan Prabowo-Sandi perlu narasi kampanye yang jelas.
"Ini artinya di internal KAM sendiri melihat bahwa Prabowo-Sandi tidak punya tawaran alternatif kebijakan dan konsep selain hanya bermain-bermain dengan jargon-jargon besar seperti berhenti impor, ekonomi kita mbahnya liberal, dan lain-lain," pungkasnya.
"Kami melihat bahwa soliditas partai-partai KIK (Koalisi Indonesia Kerja) jauh lebih baik dibanding partai-partai KAM yang jadi pengusung Prabowo-Sandi," kata Arsul saat dihubungi, Jumat (16/11/2018).
Arsul menilai, sikap dan pernyataan SBY yang menyebut bahwa Gerindra harus mawas diri menunjukkan kepada publik bahwa Demokrat dan partai pengusung setengah hati memenangkan Prabowo-Sandi.
"Persoalan coat tail effect atau efek ekor jas tampaknya menjadi masalah serius," ujarnya.
Selain masalah limpahan elektoral Prabowo yang tak menguntungkan bagi parpol pengusung, sikap SBY yang memiliki tampilan well prepared dan konseptual tampaknya juga mulai resah dengan menyatakan Prabowo-Sandi perlu narasi kampanye yang jelas.
"Ini artinya di internal KAM sendiri melihat bahwa Prabowo-Sandi tidak punya tawaran alternatif kebijakan dan konsep selain hanya bermain-bermain dengan jargon-jargon besar seperti berhenti impor, ekonomi kita mbahnya liberal, dan lain-lain," pungkasnya.
(pur)