Kubu Prabowo-Sandi Kritisi Penolakan PSI terhadap Perda Syariah

Kamis, 15 November 2018 - 18:54 WIB
Kubu Prabowo-Sandi Kritisi...
Kubu Prabowo-Sandi Kritisi Penolakan PSI terhadap Perda Syariah
A A A
JAKARTA - Koalisi Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengkritisi penolakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap Peraturan Daerah (Perda) injil atau syariah diterapkan di Indonesia. Koordinator Juru Bicara Koalisi Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai saat ini ada pihak yang berupaya memisahkan nilai-nilai agama dengan ideologi bangsa.

"Sejak awal Indonesia berdiri, melalui nilai-nilai agama menjiwai ideologi kebangsaan Indonesia," ujar Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/11/2018).

Dia menambahkan, Pancasila mengandung nilai-nilai keagamaan. Dia memberikan contoh, sila Pertama secara terang menjadi simbolisasi nyata bahwa Indonesia bukan negara sekuler.

"Namun negara yang menempatkan agama sebagai bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Dia melanjutkan, Perda Syariah berasal dari kearifan lokal. Dia berpendapat, daerah yang berusaha menerapkan Perda itu karena kearifan lokal yang berlaku di daerah tersebut sudah sejak lama memang demikian.

"Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saja, beberapa Undang-undang kita diatur dengan merujuk syariat, contoh Undang-undang pernikahan," ujar Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini.

Bahkan, lanjut Dahnil, praktik ekonomi syariah merujuk kepada syariat Islam. "Jadi, ideologi kita yakni Pancasila sama sekali bukan ideologi yang sekuler yang mencampakkan nilai-nilai agama digeser sekadar menjadi urusan individu," katanya.

Di samping itu, menurut dia, Perda syariah yang diterapkan di Provinsi Aceh merupakan salah satu bukti kearifan lokal yang diterapkan menjadi peraturan pada daerah tersebut. "Begitu pula dengan upaya menjadikan Manokwari sebagai Kota Injil pertama di Indonesia. Ini juga merupakan kearifan lokal," katanya.

Dia pun mengingatkan, hal penting yang harus ditolak dalam kehidupan berbangsa yang berlandaskan Pancasila adalah upaya-upaya merusak toleransi antar umat beragama.

"Kelompok minoritas harus tetap terlindungi. Melindungi Minoritas dan saling hormat menghormati yang tidak boleh dirusak, kebebasan mendirikan rumah ibadah sesuai dengan aturan dan dilindungi oleh negara terang harus dijamin," tuturnya.

Dia menuturkan, diskursus ideologi sejatinya sudah selesai. Sehingga, dia menilai aneh jika ada partai politik dan politikus yang masih bahas masalah tersebut. "Ini saatnya kita membuktikan bahwa Pancasila sebagai prinsip dasar kita berbangsa dan bernegara mampu menghadirkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang harus menjadi diskursus saat ini adalah bagaimana caranya warga negara bisa bekerja dengan penuh martabat di negerinya sendiri, kemudian harga-harga terjangkau. "Perumahan layak untuk masyarakat, Pendidikan yang adil untuk semua di kota dan di desa, hukum yang tidak dipolitisasi dan lain lain," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Respons PSI terkait...
Respons PSI terkait Wacana Hak Angket Pilpres 2024
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Penjelasan Antonius...
Penjelasan Antonius Yogo Prabowo terkait Partainnya di Pemilu 2024
Kampanye Pemilu, Kaesang...
Kampanye Pemilu, Kaesang Minta Doa dan Restu dari Para Pendeta
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved