Angka Kematian di Papua Tinggi, Pemerintah Diminta Cek Kinerja Rumah

Senin, 12 November 2018 - 21:08 WIB
Angka Kematian di Papua...
Angka Kematian di Papua Tinggi, Pemerintah Diminta Cek Kinerja Rumah
A A A
JAKARTA - Angka kematian tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini di Papua. Pemerintah pun diminta segera mengevaluasi kinerja sejumlah rumah sakit.

Hal ini diungkapkan langsung oleh terungkap Kepala Desk Papua di Badan Perencana Pembanguna Nasional (Bappenas), Samuel Tabuni di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Samuel memberikan memberikan keterangan pers didampingi oleh politisi senior Partai Golkar asal Papua Yorrys Raweyay.

Lebih lanjut Samuel mengatakan jika rumah sakit tidak segera dievaluasi, maka bisa saja tingginya angka kematian di wilayah tersebut berpotensi untuk dijadikan isu politik menjelang Pilpres 2019.

Sementara pengucuran anggaran dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua ternyata tidak mengurangi laju angka kematian di sejumlah rumah sakit Provinsi Papua dan Papua Barat.

Samuel juga melihat rentetan kematian belum berhenti, sebaliknya malah bertambah sekalipun telah ada dana Otsus. "Karena itu kami minta Kemenkes melakukan evaluasi,” ujar Samuel yang juga Direktur Eksekutif Papua Language Institute (PLI) itu.

Dia menegaskan pemuda papua menginginkan adanya tim di tingkat kementerian datang ke Papua untuk mengevaluasi rumah sakit percontohan tidak memberikan pelayanan terbaik termasuk rumah sakit terbesar RS Dok II di Jaya Pura.

Dia mencontohkan meski telah menjadi rumah sakit rujukan dan mendapartkan dana Otsus, tapi sebanyak 421 orang meninggal selama Januari hingga November 2018. Demikian juga di rumah Sakit Dian Harapan dengan angka kematian 283 orang pada periode yang sama.

Yorrys Raweyay menambahkan apa yang disampaikan Samuel bukan hal baru karena selama ini memang terjadi penurunan angka harapan hidup di provinsi.

Caleg DPD untuk Provinsi Papua tersebut juga menilai kondisi di Papua menunjukkan belum ada keseriusan di tingkat kementerian untuk menangani soal tingginya angka kematian.

“Tolong dicek semua dokter dan pelayan kesehatan di rumah sakit, apakah fasilitas kurang mendukung atau rumah sakit yang tak dikelola baik dan upah tenaga kesehatan yang tidak adil,” katanya.
(vhs)
Berita Terkait
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Berita Terkini
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved