Tim Jokowi-Ma'ruf Sesalkan Pidato Prabowo Soal 'Tampang' Boyolali
Senin, 05 November 2018 - 11:35 WIB
Tim Jokowi-Ma'ruf Sesalkan Pidato Prabowo Soal 'Tampang' Boyolali
A
A
A
JAKARTA - Pidato Capres Prabowo Subianto yang menyebut 'tampang' masyarakat Boyolali membuat tersinggung sejumlah pihak termasuk ribuan warga Boyolali yang melakukan aksi protes terhadap 'candaan' Prabowo beberapa waktu lalu.
Dimintai tanggapan mengenai pidato Prabowo tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengaku pihaknya menyayangkan pidato yang disampaikan capres nomor urut 02 itu yang diduga mengarah kepada statmen Sara.
"Karena seharusnya kampanye itu diisi dengan program-program untuk membangun bangsa. Tapi justru malah dilakukan mendiskriditkan itu," ujar Arya saat dihubungi SINDOnews, Senin (5/11/2018).
Menurut Arya, sesungguhnya diperaturan kampanye sudah dijelaskan secara gamblang bahwa dalam berkampanye semua pihak dilarang menyampaikan sesuatu yang berpotensi menyinggung Sara. Sehingga hal itu tak memicu reaksi masyarakat khususnya masyarakat yang merasa tersinggung.
Maka itu, Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu mengimbau kepada semua pihak termasuk tim pendukung Prabowo-Sandiaga S Uno agar menggunakan diksi dan narasi yang tepat dalam berkampanye.
"Lebih baik sosialisi program bukan malah mendeskreditkan seperti mengompori kan awalnya seperti itu, tujuannya awalnya ingin mengompori (hal-hal yang positif) tapi malah mendiskredtkan ujungnya," tandasnya.
Dimintai tanggapan mengenai pidato Prabowo tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengaku pihaknya menyayangkan pidato yang disampaikan capres nomor urut 02 itu yang diduga mengarah kepada statmen Sara.
"Karena seharusnya kampanye itu diisi dengan program-program untuk membangun bangsa. Tapi justru malah dilakukan mendiskriditkan itu," ujar Arya saat dihubungi SINDOnews, Senin (5/11/2018).
Menurut Arya, sesungguhnya diperaturan kampanye sudah dijelaskan secara gamblang bahwa dalam berkampanye semua pihak dilarang menyampaikan sesuatu yang berpotensi menyinggung Sara. Sehingga hal itu tak memicu reaksi masyarakat khususnya masyarakat yang merasa tersinggung.
Maka itu, Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu mengimbau kepada semua pihak termasuk tim pendukung Prabowo-Sandiaga S Uno agar menggunakan diksi dan narasi yang tepat dalam berkampanye.
"Lebih baik sosialisi program bukan malah mendeskreditkan seperti mengompori kan awalnya seperti itu, tujuannya awalnya ingin mengompori (hal-hal yang positif) tapi malah mendiskredtkan ujungnya," tandasnya.
(pur)