Budaya Diharapkan Terus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Minggu, 04 November 2018 - 21:36 WIB
Budaya Diharapkan Terus...
Budaya Diharapkan Terus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
A A A
JAKARTA - Kegiatan seni budaya bertajuk 'Ayo Sehat' yang digelar relawan Wahana Cinta NKRI (WIN) di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 1 November 2018, berjalan menarik dan penuh kesan.

Sebanyak 20 kelompok tari yang berasal dari Jabodetabek, turut ambil bagian dalam gelaran tersebut termasuk Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, yang menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Tobello, Poco Poco, Maumere, merupakan rangkaian kegiatan Ayo Sehat.

Menhub Budi mengaku senang bisa hadir dan bertemu dengan para pelaku seni. "Ada kegembiraan dari kegiatan lomba senam poco poco dan tari Maumere," kata Budi Karya melalui siaran pers, Minggu (4/11/2018).

Menurutnya, kegiatan seni bersifat universal kemudian masuk dalam suatu wadah untuk mengukir prestasi. "Di sini peran WIN sangat efektif dalam membangun suatu keberagaman budaya untuk merekatkan persatuan dalam NKRI," tegasnya.

"Saya pernah ke Maluku, Papua, Sulawesi, Aceh. Negara ini dipersatukan dalam bingkai NKRI. Kita harus merawat ini semua sebagai kekuatan bangsa," tandasnya.

Ketua WIN Sylvana Dacosta menyatakan, digelarnya kegiatan Ayo Sehat bertujuan untuk turut menyehatkan Jasmani anak bangsa tanpa melihat latar belakang suku, ras, agama.

"Kegiatan ini untuk menyehatkan jiwa raga, menuju Indonesia sehat di 2019. Dengan kegiatan seni budaya kita ingin memersatukan semua elemen bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.

Dia berharap, kegiatan ini menjadi model atau cara untuk memersatukan semua anak bangsa. "Dalam kegiatan ini kita juga ingin lebih menonjolkan seni budaya dari timur Indonesia, seperti tarian perang dari Papua dan lomba senam poco poco," tukasnya.

Pendiri WIN, Totty Mukardiyono menambahkan, WIN sebagai relawan Jokowi-Ma’ruf sangat konsen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI. Dia juga berharap berita bohong atau hoaks serta fitnah harus dihentikan demi persatuan bangsa.

"Karena itu, kegiatan digelar bertujuan untuk merekatkan semua elemen dan anak bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved