Beri Sanksi Ringan, YLKI Nilai Nyali Kemenhub Hadapi Lion Air Lembek

Sabtu, 03 November 2018 - 13:51 WIB
Beri Sanksi Ringan,...
Beri Sanksi Ringan, YLKI Nilai Nyali Kemenhub Hadapi Lion Air Lembek
A A A
JAKARTA - Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 menmbah rapor merah penerbangan di Tanah Air. Kecelakaan itu disesalkan lantaran terjadi setelah larangan terbang maskapai Indonesia dicabut Uni Eropa.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan jatuhnya Lion Air JT-610 kembali mencoreng reputasi maskapai penerbangan Indonesia. Tulus meminta Lion Air diberi sanksi tegas.

"Kasus Lion Air yang terakhir ini bisa antiklimaks bila sanksi regulator masih lembek," ujar Tulus dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya'Awan Hitam Penerbangan Kita' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018).

Buntut insiden ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah membebastugaskan Direktur Teknik Lion Air dan teknisi pesawat JT-610. Tulus menilai, sanksi tersebut masih terlalu ringan sehingga tidak memberikan efek jera.

"Sanksi Kemenhub ini lembek. Tidak cukup hanya menggeser Direktur Teknik, mengaudit tarif. Saya melihat sanksi yang diberikan dan pelanggaran yang dilakukan tidak singkron," kata Tulus.

"Nyali Kemenhub hadapi Lion Air selama ini lembek. Menurut saya tidak cukup hanya menggeser direktur teknik, audit terbatas. Karena konsumen punya hak dijamin keamanan dan kenyamanannya," tegas Tulus.

Lebih dari itu, Tulus meminta pemerintah tidak hanya menyanksi Lion Air terkait jatuhnya JT-610. Tulus mendorong investigasi terhadap Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku pengawas transportasi udara.

"Saya mendesak audit Dirjen Perhubungan Udara, masih mampu enggak mengawasi Lion Air?" kata Tulus.

Tulus pun mengaku pesimis dengan kekuatan personel Kemenhub untuk mengaudit Lion Air yang semakin menggurita. "Dengan 500 pesawat yang dimiliki, potensi pelanggaran Lion Air semakin besar. Kemudian sanggupkah jumlah personel Kemenhub mengaudit satu-persatu pesawat tersebut," pungkas Tulus.
(kri)
Berita Terkait
Lokasi Pesawat Pakistan...
Lokasi Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Sebelum Jatuh ke Tanah,...
Sebelum Jatuh ke Tanah, Pilot Pesawat TNI Nyangkut di Rumah Kosong
Detik-detik Evakuasi...
Detik-detik Evakuasi Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong
Tunggu Investigasi,...
Tunggu Investigasi, Pesawat Tempur yang Jatuh Belum Dievakuasi
Supermodel Cantik Ini...
Supermodel Cantik Ini Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pakistan
Berita Terkini
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 20262029 Resmi Ditetapkan
KAEF Siapkan Ekosistem...
KAEF Siapkan Ekosistem Terintegrasi, Perkuat Misi Indonesia Bebas TB pada 2030
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Roy Suryo Klaim Tak...
Roy Suryo Klaim Tak Rusak Dokumen Ijazah Jokowi: Sampai Sekarang Masih Bisa Diakses Publik
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Infografis
Trump Beri Batas Waktu...
Trump Beri Batas Waktu 100 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved