Fadli Zon Menilai Pembakaran Bendera Mengarah ke Penistaan Agama

Rabu, 24 Oktober 2018 - 13:39 WIB
Fadli Zon Menilai Pembakaran...
Fadli Zon Menilai Pembakaran Bendera Mengarah ke Penistaan Agama
A A A
JAKARTA - Insiden pembakaran bendera tulisan kalimat tauhid di Garut yang dilakukan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dinilai sudah mengarah ke penistaan agama. Hal ini disampaikan Wakil DPR Fadli Zon.

Secara pribadi ia menilai, bendera yang dibakar merupakan bendera tauhid, bukan bendera HTI. "Saya kira ini merupakan suatu yang bisa mengarah pada dugaan penistaan agama. Tentu harus kita kecam pembakaran terhadap bendera yang berkalimat tauhid," katanya dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Rabu (24/10/2018).

Fadli meminta polisi mengusut tuntas kasus ini karena berpotensi menimbulkan konflik yang membahayakan dan memecah belah masyarakat. Menurut dia, harus ada proses hukum terhadap itu untuk meredam. Kalau tidak, masyarakat bisa melakukan penghakiman sendiri.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan, peristiwa itu mencerminkan sikap beringas dan bukan rahmatan lil alamin. "Ini kan tahun politik jangan mancing-mancing ya. Kadang-kadang sepele tapi nanti kalau sudah menyangkut agama kan bahaya. Maka itu perilaku-perilaku kita jangan mencerminkan beringas,” tuturnya di gedung DPR RI.

Dalam kasus ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah menyampaikan bahwa alasan pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, semata untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya. Permasalahan ni diminta tidak dibesar-besarkan karena ada pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan memecah-belah bangsa Indonesia.

MUI meminta semua pihak untuk berhati-hati dan tidak gegabah melakukan tindakan yang dapat memancing emosi umat Islam. Tindakan pembakaran bendera dan respons berlebihan dapat menimbulkan ketersinggungan kelompok yang dapat memicu konflik internal umat beragama.
(poe)
Berita Terkait
Dugaan Pelecehan Terhadap...
Dugaan Pelecehan Terhadap AG, Polisi Akan Periksa Ponsel D
Ketua GP Ansor Minta...
Ketua GP Ansor Minta Kemenag Bekukan Izin Ponpes Shiddiqiyyah
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
GP Ansor Geruduk 3 Holywings...
GP Ansor Geruduk 3 Holywings di Jakarta
Trump Dituduh Melakukan...
Trump Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Model
GP Ansor Sebut Cuitan...
GP Ansor Sebut Cuitan Ferdinand Hutahaean Berpotensi Timbulkan Keonaran
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved