Bantuan Menyusut, Penanganan HIV/AIDS di Indonesia Terancam

Minggu, 14 Oktober 2018 - 11:08 WIB
Bantuan Menyusut, Penanganan...
Bantuan Menyusut, Penanganan HIV/AIDS di Indonesia Terancam
A A A
JAKARTA - Organisasi AIDS terbesar di dunia, AIDS Healthcare Foundation (AHF), mencemaskan berkurangnya bantuan internasioanal untuk penanganan penderita HIV/AIDS di negara – negara berkembang, termasuk Indonesia.

Padahal, kemampaun pemerintah Indonesia untuk menangani pengidap HIV/AIDS belum memadai. “Dari sekitar 630 ribu penderita, hanya sekitar 290 ribu orang yang bisa ditangani,” kata Country Program Manager AHF Indonesia, Riki Febrian, di Hotel Santika Siligita, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Riki menuturkan belakangan bantuan internasional untuk penanganan HIV/ADS di negara berekembang, termasuk Indonesia, berkurang. Hal itu terjadi karena Bank Dunia memberlakukan klasifikasi baru mengenai negara berpenghasilan menengah atau Midle Income Country (MIC). Bank Dunia menetapkan negara dengan penduduk berpenghasilan 2,73 dolar AS per hari, atau setara dengan harga secangkir kopi di banyak negara, bukan termasuk kelompok negara miskin.

“Padahal, badan atau lembaga donor, seperti Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria, menggunakan skala penghasilan Bank Dunia untuk menentukan negara yang menerima bantuan,” kata Riki.

Karena Indonesia masuk kategori MIC, tambah Riki, maka bantuan intenasional menyusut dan hal itu semakin memperburuk penanganan HIV/AIDS di negeri ini. Padalah selama ini 80 persen dana penanganan HIV/AIDS di Indonesia berasal dari luar. “Karena kita dianggap sudah kaya, negara –negara lain dan lembaga dana menarik dukungan,” ujar Riki.

Karena itu, selama berlangsungnya Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018, AHF menyerukan agar Bank Dunia mengubah kebijakannya terkait klasifikasi negara-negara berpenghasilan menengah (MIC).

AHF antara menempuh cara kreatif untuk mengkampanyekan perlunya mengubah pengklasifikasian negara dengan membagi - bagi "Kopi World Bank" secara gratis di seputar arena pertemuan tahunan Bank Dunia -IMF, di Nusa Dua. Dalam gelas kopi tertulis “$ 2,73 per day is not middle income.”

“AHF minta perhatian Bank Dunia melalui kopi, karena 2,7 dolar AS setara harga segels kopi, ” kata Advocasy and Marketing Manager AHF Asia, Marie Ko.

Penyusutan bantuan untuk penanganan HIV/AIDS di Indonesia memang meresahkan. Sebab, dana yang diperlukan untuk itu cukup besar. Menurut aktivis Pekumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Muvitasari, tahun ini Indonesia memerlukan dana sebesar Rp4,2 triliun untuk menangani HIV/AID.

Dana itu berasal dari APBN, APBD, CSR perusahaan, bantuan berbagai negara serta sumbangan dari lembga donor internasional. “Pada tahun 2023 nanti dana yang diperlukan naik menjadi Rp.11, 6 triliun,” kata Muvitasari.

Karenanya, AHF terus mendesak Bank Dunia agar meralat klasifikasinya mengenai negara-negara berpenghasilan menengah (MIC). “Bank Dunia harus mengkalkulasi lagi soal MIC,” kaya Riki Febrian.

AHF adalah organissai non profit yang berbasis di Los Angeles. Saat ini AHF menyediakan perawatan atau layanan medis kepada lebih dari 1 juta orang penderita HIV/AIDS di 41 negara , tersebar di AS, Afrika, Amerika Latin , Karibia, Asia Pasifik dan Eropa Timur.
(pur)
Berita Terkait
Indodax Kolaborasi Salurkan...
Indodax Kolaborasi Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Sumatera
Sebelum Kudeta, IMF...
Sebelum Kudeta, IMF Terlanjur Kirim Rp4,9 Triliun ke Myanmar
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
21.000 Rumah Terdampak...
21.000 Rumah Terdampak Banjir Subang, Ika Unpar Kirim Bantuan
JNE-IFS dan UPZISNU...
JNE-IFS dan UPZISNU Sidoarjo Bagikan 1.000 Boks Paket Makanan
Berikan Harapan dan...
Berikan Harapan dan Keberanian Anak-Anak Indonesia lewat Nanum Box
Berita Terkini
Terbitkan Sprindik Baru,...
Terbitkan Sprindik Baru, KPK Kembangkan Kasus DJKA Sumatera
UI Sanksi 15 Mahasiswa...
UI Sanksi 15 Mahasiswa Fakultas Hukum terkait Pelecehan Chat Mesum, Skorsing 1-3 Semester
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Dicopot dari Kepala...
Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Hindayana: Hak Mutlak Penuh Presiden
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved