SMRC Sebut Hoaks Ratna Sarumpaet Tak Pengaruhi Pemilih Prabowo
Minggu, 07 Oktober 2018 - 21:32 WIB
SMRC Sebut Hoaks Ratna Sarumpaet Tak Pengaruhi Pemilih Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Aktivis Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu sempat membuat heboh lantaran dirinya mengaku dipukuli di bagian wajah oleh sekelompok orang di daerah Bandung, Jawa Barat.
Namun kenyataannya itu adalah kabar bohong (hoaks) yang dibuatnya untuk menutupi alasan dirinya melakukan operasi plastik. Hal itu sempat menimbulkan keresahan, bahkan Prabowo Subianto ikut mengecam aksi pemukulan yang pada akhirnya hanya hoaks belaka.
Menanggapi itu Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai isu hoaks yang dibuat Ratna telah memunculkan citra negatif bagi kepemimpinan Prabowo Subianto.
"Jadi isu hoaks Ratna Sarumpet menurut saya menimbulkan citra negatif kepada kepemimpinan Prabowo. Karena selama ini Prabowo dikesankan dengan pemimpin yang kuat, pemimpin yang paham betul dengan masalah," kata Djayadi di Kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (7/10/2018).
Namun Djayadi menambahkan, meski Prabowo sempat ikut terseret dalam kasus hoaks Ratna, secara elektoral tidak akan membuat pemilih Prabowo akan beralih ke Joko Widodo (Jokowi).
"Tetapi secara elektoral tidak akan menimbulkan larinya para pemilih Prabowo yang sudah memutuskan," tambahnya.
Apalagi, kata Djayadi, pemilih Prabowo rata-rata memiliki latar belakang cenderung pribadi yang tidak suka dengan kepemimpinan era Jokowi. Diapun meyakini sekitar 30 persen pendukung Prabowo tak akan pindah ke calon lain yaitu Jokowi.
"Dengan artian tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi. Dengan demikian mereka tidak punya pilihan, mencari alternatif selain Jokowi. Dan sekitar 25 sampai 30 persen itulah pemilih yang sulit berubah ke tempat lain," tuturnya.
Namun kenyataannya itu adalah kabar bohong (hoaks) yang dibuatnya untuk menutupi alasan dirinya melakukan operasi plastik. Hal itu sempat menimbulkan keresahan, bahkan Prabowo Subianto ikut mengecam aksi pemukulan yang pada akhirnya hanya hoaks belaka.
Menanggapi itu Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai isu hoaks yang dibuat Ratna telah memunculkan citra negatif bagi kepemimpinan Prabowo Subianto.
"Jadi isu hoaks Ratna Sarumpet menurut saya menimbulkan citra negatif kepada kepemimpinan Prabowo. Karena selama ini Prabowo dikesankan dengan pemimpin yang kuat, pemimpin yang paham betul dengan masalah," kata Djayadi di Kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (7/10/2018).
Namun Djayadi menambahkan, meski Prabowo sempat ikut terseret dalam kasus hoaks Ratna, secara elektoral tidak akan membuat pemilih Prabowo akan beralih ke Joko Widodo (Jokowi).
"Tetapi secara elektoral tidak akan menimbulkan larinya para pemilih Prabowo yang sudah memutuskan," tambahnya.
Apalagi, kata Djayadi, pemilih Prabowo rata-rata memiliki latar belakang cenderung pribadi yang tidak suka dengan kepemimpinan era Jokowi. Diapun meyakini sekitar 30 persen pendukung Prabowo tak akan pindah ke calon lain yaitu Jokowi.
"Dengan artian tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi. Dengan demikian mereka tidak punya pilihan, mencari alternatif selain Jokowi. Dan sekitar 25 sampai 30 persen itulah pemilih yang sulit berubah ke tempat lain," tuturnya.
(maf)