Pemerintah Pusat Diminta Ambil Alih Penanganan Bencana Palu

Selasa, 02 Oktober 2018 - 09:31 WIB
Pemerintah Pusat Diminta...
Pemerintah Pusat Diminta Ambil Alih Penanganan Bencana Palu
A A A
JAKARTA - Gempa dahsyat disertai tsunami yang menimpa Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Rusaknya akses menuju tiga tempat itu membuat bantuan dan tim evakuasi terhambat.

Mewakili masyarakat Palu, Donggala, Sigi korban bencana gempa dan tsunami, Yusuf Lakaseng menuturkan Palu, Donggala dan Sigi dalam kondisi lumpuh saat ini. Dia melaporkan tidak ada jaringan komunikasi HP, listrik mati, korban belum terevakuasi dengan baik sehingga bau busuk mayat menyengat, bantuan makanan tidak terdistribusi dengan baik dan cukup ke tenda-tenda pengungsian dan warga.

"Jalanan putus di kota Palu dibiarkan tak tertangani, pemerintahan tak berfungsi sama sekali. Penjarahan sudah marak terjadi karena lambannya distribusi bantuan," ujarnya melalui rilis yang diterima SINDOnews, Selasa (2/10/2018).

Politikus PSI yang juga menjadi korban gempa ini menilai, salah satu penyebab lambannya evakuasi dan usaha menolong korban karena gempa yang sangat dahsyat dan tsunami yang menyebabkan daya rusak tinggi sehingga menimbulkan trauma pada seluruh masyarakat dan aparat pemerintah serta TNI/Polri.

"Perlu sesegera mungkin dan sebanyak-banyaknya aparat TNI/Polri serta relawan kemanusiaan masuk ke Palu. Aparat dan relawan yang dari luar Palu diperlukan karena mereka tidak mengalami trauma sehingga diharapkan bisa menangani tanggap darurat dengan lebih terkoordinasi dan sistematis," jelasnya.

Selain itu, dia meminta pemerintah pusat agar segera menetapkan bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala-Sigi sebagai bencana nasional mengingat banyaknya korban nyawa yang mencapai ribuan. Belum lagi tingkat kerusakan rumah warga, bangunan pemerintah, bandara yang rusak parah.

"Infrastruktur lainnya termasuk jalan yang banyak terputus dan lumpuhnya pemerintah daerah. Dengan demikian masa tanggap darurat tertangani dengan baik dan diteruskan dengan masa rekonstruksi," harapnya.
(kri)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved