Operasional Haji 2018 Ditutup, 50 Jamaah Masih Dirawat di RSAS
Kamis, 27 September 2018 - 04:54 WIB
Operasional Haji 2018 Ditutup, 50 Jamaah Masih Dirawat di RSAS
A
A
A
MADINAH - Rabu, (26/9/2018) pagi waktu Arab Saudi (WAS), seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan bertolak dari Madinah menuju Bandara Jeddah untuk pulang ke Tanah Air.
Berdasarkan data dari Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masih terdapat puluhan jamaah haji Indonesia yang terpaksa ditinggal lantaran masih dalam perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
"Ada 50 jamaah haji yang masih dirawat di RSAS Madinah dan Mekkah. Karena kami benar-benar ingin menjaga jamaah hai, maka kita mengirim tiga dokter dan tiga perawat yang ditugaskan di Jeddah, Madinah, dan Mekkah guna memantau perkembangan kesehatan jamaah haji," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka kepada SINDOnews, Rabu (26/9/2018) malam.
Lebih lanjut dikatakan, mereka akan ditempatkan selama satu bulan paskaoperasional PPIH 2018. "Setelah periode tersebut, maka tanggung jawab jamaah akan diambil oleh KJRI di sana," imbuhnya.
Eka Jusuf Singka pun menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh PPIH Bidang Kesehatan. Hasil dari kerja keras tersebut di antaranya, turunnya angka kematian dari tahun sebelumnya. Kemudian diterimanya tiga penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. "Terima kasih atas kerja keras saudara semua. Selamat kembali ke Indonesia untuk bertemu keluarga," kata Eka.
Kapuskes juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga PPIH bidang kesehatan yang telah memberikan kesempatan kepada PPIH mengabdi sebagai pelayan tamu Allah selama kurang lebih 76 hari.
Dikatakannya, sampai hari terakhir operasional penyelenggaraan kesehatan haji di Arab Saudi (hari ke-71), tanggal 25 September 2018 pukul 19.00 WAS, jumlah jamaah haji wafat di Arab Saudi sebanyak 386 orang. Rinciannya 364 jamaah reguler dan 22 jamaah haji khusus.
"Sebanyak 75 orang wafat di Daker Madinah, 266 orang di Daker Mekkah, 7 orang di Daker Bandara, 8 orang di Arafah, 24 orang di Mina, dan 6 orang di Muzdalifah," sebut Eka.
Disebutkan, Respiratory Disease (36,79%) adalah kelompok penyakit terbanyak penyebab wafat. Dan jamaah asal Embarkasi Surabaya (SUB) paling banyak meninggal di Tanah Suci (17,62%).
"Tempat wafat terbanyak di RS Arab Saudi, yaitu sebanyak 245 orang (63,47%), di hotel/pondokan 112 orang (29,02%), di perjalanan 12 orang (3,11%), di masjid 10 orang (2,59%), dan di KKHI 3 orang (1%)," pungkasnya.
Berdasarkan data dari Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masih terdapat puluhan jamaah haji Indonesia yang terpaksa ditinggal lantaran masih dalam perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
"Ada 50 jamaah haji yang masih dirawat di RSAS Madinah dan Mekkah. Karena kami benar-benar ingin menjaga jamaah hai, maka kita mengirim tiga dokter dan tiga perawat yang ditugaskan di Jeddah, Madinah, dan Mekkah guna memantau perkembangan kesehatan jamaah haji," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka kepada SINDOnews, Rabu (26/9/2018) malam.
Lebih lanjut dikatakan, mereka akan ditempatkan selama satu bulan paskaoperasional PPIH 2018. "Setelah periode tersebut, maka tanggung jawab jamaah akan diambil oleh KJRI di sana," imbuhnya.
Eka Jusuf Singka pun menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh PPIH Bidang Kesehatan. Hasil dari kerja keras tersebut di antaranya, turunnya angka kematian dari tahun sebelumnya. Kemudian diterimanya tiga penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. "Terima kasih atas kerja keras saudara semua. Selamat kembali ke Indonesia untuk bertemu keluarga," kata Eka.
Kapuskes juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga PPIH bidang kesehatan yang telah memberikan kesempatan kepada PPIH mengabdi sebagai pelayan tamu Allah selama kurang lebih 76 hari.
Dikatakannya, sampai hari terakhir operasional penyelenggaraan kesehatan haji di Arab Saudi (hari ke-71), tanggal 25 September 2018 pukul 19.00 WAS, jumlah jamaah haji wafat di Arab Saudi sebanyak 386 orang. Rinciannya 364 jamaah reguler dan 22 jamaah haji khusus.
"Sebanyak 75 orang wafat di Daker Madinah, 266 orang di Daker Mekkah, 7 orang di Daker Bandara, 8 orang di Arafah, 24 orang di Mina, dan 6 orang di Muzdalifah," sebut Eka.
Disebutkan, Respiratory Disease (36,79%) adalah kelompok penyakit terbanyak penyebab wafat. Dan jamaah asal Embarkasi Surabaya (SUB) paling banyak meninggal di Tanah Suci (17,62%).
"Tempat wafat terbanyak di RS Arab Saudi, yaitu sebanyak 245 orang (63,47%), di hotel/pondokan 112 orang (29,02%), di perjalanan 12 orang (3,11%), di masjid 10 orang (2,59%), dan di KKHI 3 orang (1%)," pungkasnya.
(nag)