Pemilu 2019, Kader Muda Parpol Minta KPU Jujur dan Adil

Kamis, 20 September 2018 - 21:39 WIB
Pemilu 2019, Kader Muda...
Pemilu 2019, Kader Muda Parpol Minta KPU Jujur dan Adil
A A A
JAKARTA - Pesta demokrasi lima tahunan tidak lama lagi akan digelar. Partai politik (parpol) sebagai pengusung calon presiden dan wakil presiden sudah memutuskan calon masing-masing sesuai ketentuan dan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Partai politik juga sudah menetapkan calon anggota legilatif, baik tingkat pusat, provinsi ataupun kabupaten/kota.

"Pemilu 2019 haruslah menjadi pemilu yang berkualitas, jujur dan adil. Baik untuk calon presiden maupun untuk calon legislatif," kata Koordinator Nasional Forum Kader Muda (FKM) Parpol, Fadhly di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Dia juga mengingatkan seluruh elemen yang terlibat dalam acara demokrasi itu harus jujur dan adil.

"Seluruh elemen yang terlibat dalam pemilu harus berkomitmen untuk mencegah terjadinya pelaksanaan pemilu yang tidak sportif dan jauh dari keadilan. Penyelenggara pemilu dan peserta pemilu harus jujur dan adil dalam menjalani setiap tahapan pemilu yang berlangsung," ujar pria yang juga caleg dari Partai Golkar dari daerh pemilihan Malang Raya ini.

KPU, Bawaslu dan partai politik harus menjadi teladan dan melakukan pendidikan politik kepada masyarakat.

"Warga harus dididik untuk tidak tertipu lagi dengan pencitraan semu, berani menolak uang dan janji-janji manis calon presiden ataupun caleg. Pertarungan politik harus mengedapankan program-program yang riil terhadap kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu caleg dari Partai Gerindra M Niko Kapisan mengajak masyarakat memantau pesta demokrasi tersebut secara seksama. Hal itu sebagai kontrol terhadap penyelenggara pemilu agar jujur dan adil.

"Penyelenggara pemilu, peserta pemilu serta masyarakat harus bersama sama melakukan pengawasan dan pemantauan agar setiap tahapan pemilu berjalan dengan jujur dan adil," ujar caleg dari daerah pemilihan Jawa Timur ini.

Selain itu, dia meminta, caleg ataupun capres incumbent atau petahanan tidak menggunakan fasilitas negara. TNI dan polri, kata dia, harus bersikap netral dan tidak melakukan intimidasi kepada elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi politiknya lewat mekanisme demontrasi ataupun via diskusi dan seminar-seminar.

"FKM parpol juga meminta kepada gubernur, wali kota atau bupati tidak menggunakan fasilitas pemda untuk memenangkan calon presiden atau partai politik tertentu demi menjaga etika demokrasi di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.

Acara deklarasi Forum Kader Muda Partai Politik (FKM Parpol) tersebut dihadiri kader muda Partai Golkar, Hanura, Gerindra, PAN, PBB dan PPP.
(dam)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Minta DPR Pakai Hak Angket untuk Selesaikan Ketegangan Polri vs Kejagung
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved