Soal Politik Dua Kaki, Politikus Demokrat Tuding PAN dan PKS

Senin, 10 September 2018 - 12:54 WIB
Soal Politik Dua Kaki,...
Soal Politik Dua Kaki, Politikus Demokrat Tuding PAN dan PKS
A A A
JAKARTA - Sikap Partai Demokrat memberikan dispensasi kepada kader Partai Demokrat di Papua yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) memunculkan pendapat miring.

Melalui sikap tersebut, Demokrat disebut sedang memainkan politik dua kaki dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpes) 2019. Secara institusi mendukung Prabowo Subianto, namun di sisi lain membiarkan kadernya mendukung Jokowi. (Bac juga: Kader di Papua Dukung Jokowi, Demokrat Tak Beri Sanksi )

Salah satunya kritik datang dari politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay yang menyesalkan sikap Demokrat. Saleh menilai semestinya Demokrat all out mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

Kritik Saleh dijawab Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Melalui akun Twitternya, Andi justru menuding PAN yang pernah bermain dua kaki, yakni mendukung Prabowo tapi pernah kadernya menjadi menteri Jokowi.

"Mungkin Pak Daulay dari PAN lebih pas bicara itu, artinya membicarakan diri sendiri ketimbang menganggap strategi Demokrat adalah dua kaki. Perlu dicatat, Demokrat butuh pertahankan kemenangan pileg di Papua," kata Andi melalui akun Twitternya, @AndiArief_, Senin (10/9/2018).

Dia mengakui sikap itu diambil partainya juga menyikapi momentum Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pilpres yang digelar berbarengan.

"Keduanya sama pentingnya, tidak ada yang lebih utama. Kalau Demokrat berstrategi menang pileg sekaligus menangkan Prabowo, itu kedaulatan partai kami," tandasnya.

Dia menegaskan, Demokrat akan meyakinkan Gerindra, PAN dan PKS bahwa daerah pertempuran utama perebutan suara di Pilpres berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Di sinilah jumlah pemilih besar. Namun kekuatan empat partai ini jomplang terutama PAN dan PKS. Di Sumatera, empat partai ini tidak jomplang,"

Andi pun mengungkapkan justru PAN dan PKS yang punya catatan pernah bermain politik dua kaki.

"PAN mengusung Prabowo Pilpres namun ikut menteri Jokowi. PKS ikut dalam Kabinet SBY namun di parlemen melawan. Demokrat tidak ada catatan, jangan khawatir," katanya.
(dam)
Berita Terkait
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Pidato Politik Ketua...
Pidato Politik Ketua Umum Partai Demokrat
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Capres Resmi Partai...
Capres Resmi Partai Demokrat dalam Pilpres AS, Siapakah Joe Biden?
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
Kuasai Demokrat, Batu...
Kuasai Demokrat, Batu Loncatan Moeldoko Menuju Pilpres 2024?
Berita Terkini
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved