KPK Akui Parpol dengan Organisasi Korporasi Berbeda

Rabu, 05 September 2018 - 17:52 WIB
KPK Akui Parpol dengan...
KPK Akui Parpol dengan Organisasi Korporasi Berbeda
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengakui bahwa partai politik (Parpol) berbeda dengan organisasi koorporasi. Sebab, kata dia, organisasi koorporasi memiliki tujuan dan maksud untuk mencari keuntungan.

"Ya by definition kan korporasi itu kan organisasi, sekumpulan orang yang memiliki maksud dan niat dan tujuan yang sama. Nanti kita lihat pada norma-norma yang harus diperdebatkan," ujar Saut Situmorang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sedangkan, Parpol dianggapnya tidak bekerja untuk mencari keuntungan. “Organisasi politiknya bukan perusahaan yang cari untung. Berbeda cara memandangnya,” katanya.

Maka itu, menurutnya, apakah Parpol dapat diartikan seperti organisasi koorporasi, KPK harus mempelajarinya terlebih dahulu. "(Tapi partai politik) ini kan bukan cari untung organisasi ini. Kalau beberapa perusahaan kan yang dapat sesuatu kita minta mereka untuk mengembalikan. Ini (partai politik) kan bukan perusahaan cari untung, ini sesuatu yang berbeda," paparnya.

Sehingga, dia menyarankan agar setiap Parpol mencari sumber dana yang bisa dipertanggungjawabkan untuk pembiayaan akomodasi. Termasuk, menerapkan sistem kaderisasi yang berintegritas.

"Makanya pesannya adalah buat kita kenapa KPK selalu merekomendasikan 5 hal itu. Dilist yang namanya dana Parpol, kaderisasi. Kemudian etiknya mereka. Lalu bagaimana mereka melakukan seleksi dan selanjutnya. Itu kan rekomendasi kita. Kalau misalnya rekomendasi itu tidak jalan, kemudian membawa-bawa organisasinya ke tempat yang transaksional, KPK sekali lagi harus bisa membuktikan hal itu," katanya.

Hal demikian dikatakannya menanggapi terkait bisa tidaknya Partai Golkar dijerat dengan pidana koorporasi dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.
(maf)
Berita Terkait
Partai Golkar Minta...
Partai Golkar Minta Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK
Dukung Pemberantasan...
Dukung Pemberantasan Korupsi, Golkar Siap Penuhi Undangan Pendidikan Politik KPK
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Ketua DPD Golkar Jatim...
Ketua DPD Golkar Jatim Angkat Bicara Terkait OTT Sahat Tua Simanjuntak
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved