Asian Games, Momentum Perkuat Persatuan dan Lupakan Perbedaan

Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:11 WIB
Asian Games, Momentum...
Asian Games, Momentum Perkuat Persatuan dan Lupakan Perbedaan
A A A
JAKARTA - Gelaran Asian Games 2018 sejauh ini berjalan lancar dan aman. Tidak hanya itu, Indonesia tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses meraih prestasi.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi perekat persatuan dan kebangsaan.

“Jadikan momen Asian Games ini untuk memerangi pandangan pandangan radikal itu. Buktinya apa yang mereka lakukan dengan menyebarkan fitnah dan propaganda semua ‘mentah’. Malah Asian Games ini mampu memperkuat persatuan dan kesatuan kita, bangsa Indonesia,” tutur Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, di Jakarta, Rabu 29 Agustus 2018.

Menurut Hamdi, tidak hanya Asian Games, hampir semua kegiatan yang dilakukan Pemerintah Indonesia, juga "diserang" kelompok radikal melalui akun mereka di media sosial maupun di situs media online.

Mereka selalu "meniupkan" narasi-narasi anti-keindonesiaa yang menjadi bagian dari ideologi mereka, apakah itu yang berbasis agama maupun etnis.

Sala satu contohnya mereka menilai acara pembukaan Asian Games 2018 tidak sesuai ajaran islam karena memperagakan simbol-simbol dan banyak atlet yang menggunakan pakaian terbuka.Ada juga pandangan yang menyatakan penyelenggaraan Asian Games dinilai tidak empati terhadap bencana gempa bumi di Lombok.
“Di mata mereka, negara Indonesia itu thogut (sesat), jadi semua atribut kebangasaan, burung garuda, bendera merah putih dianggapnya sesat, tidak sesuai ajaran Islam. Padahal kalau dikaji secara komprehensif, ulama-ulama dulu yang menjadi founding fathers kita sudah sepakat dengan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila. Semua itu tidak ada sama sekali bertentangan dengan Islam. Islam dan kebangsaan itu sudah menyatu,” tuturnya.

Hamdi menegaskan, even olahraga seperti Asian Games 2018 menjadi pemersatu bangsa. Bahkan dengan olahraga, orang bisa melupakan perbedaan kepentingan politik.

“Dengan keberhasilan Indonesia menjadi penyelanggara, bahkan juga capaian prestasi kita di beberapa cabang sangat menggembirakan. Ini menjadi modal dasar untuk merekatkan persatuan dan kebanggan kita akan Indonesia, juga mempertebal rasa cinta terhadap Indonesia,” tutur Hamdi.
(dam)
Berita Terkait
Rawat Kerukunan, GGN...
Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Persatuan Indonesia...
Persatuan Indonesia Tumbuh dari Kesadaran Partisipatif
Silaturahmi Nasional...
Silaturahmi Nasional Penting sebagai Sarana Tabayyun Jaga NKRI
Dari Masjid Membina...
Dari Masjid Membina Kerukunan Antar Umat Beragama untuk NKRI
Kerukunan Antarumat...
Kerukunan Antarumat Beragama, Wapres Ma'ruf Amin: Kunci Utama Jaga Keutuhan NKRI
Peran MUI Memperkokoh...
Peran MUI Memperkokoh Persatuan Menuju Indonesia Bermartabat
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved